Arus Balik Dimulai: Awas! Ini Gejala dan Bahaya Akibat Microsleep

19 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Fenomena microsleep atau tidur singkat saat berkendara menjadi perhatian serius dalam keselamatan lalu lintas termasuk saat mudik Lebaran. Data 2024 menunjukkan bahwa sekitar 35% kecelakaan disebabkan oleh microsleep. Bahkan, jika frekuensi microsleep mencapai lebih dari 50% dalam rentang waktu empat menit, potensi kecelakaan meningkat hampir 100%.

Microsleep adalah periode tidur sangat singkat atau tidur kurang dari 30 detik yang sering kali terjadi tanpa disadari. Ini disebabkan karena hanya sebagian kecil otak yang masih menerima rangsangan.

Kelompok yang rentan mengalami microsleep antara lain lansia, penderita demensia, mereka yang memiliki kualitas tidur buruk, serta individu dengan riwayat cedera kepala. Microsleep dapat ditandai dengan tatapan kosong, kepala tiba-tiba menunduk, tubuh tersentak, hingga kehilangan memori dalam 1-2 menit terakhir.

Gejala lain termasuk sering menguap, kelopak mata sulit terbuka, hingga sering berkedip. Jika tanda-tanda ini muncul, sebaiknya jangan dipaksakan melanjutkan aktivitas. Beristirahat 15-20 menit jauh lebih baik untuk keselamatan.

Hal ini untuk menghindari kecelakaan lalu lintas apalagi saat musim mudik lebaran saat ini.

Sementara itu, jumlah kecelakaan lalu lintas (lalin) dan korban meninggal selama arus mudik Lebaran 2025 menurun. Data Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menunjukkan penurunan 31,3% menjadi 1.477 kasus.

Adapun jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan selama mudik juga berkurang drastis, dari 324 korban pada 2024 menjadi 223 korban pada 2025, yang berarti turun 32%.

"Alhamdulillah, kami mencatat penurunan signifikan dalam jumlah kecelakaan dan korban meninggal dunia selama periode arus mudik tahun ini. Ini hasil kerja keras bersama antara Kementerian Perhubungan, Kepolisian Republik Indonesia, pemerintah daerah, serta seluruh pihak terkait," kata Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi di sela inspeksi di jalan tol Jakarta-Cikampek, Rabu (2/4/2025).

Dudy menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja sama dalam memastikan kelancaran dan keselamatan arus mudik Lebaran, baik di jalur darat, laut, maupun udara. Kemenhub bersama Kepolisian dan pemerintah daerah, kata Menhub, menekankan pentingnya penerapan protokol keselamatan yang ketat, baik di jalan raya maupun di berbagai moda transportasi lainnya.

Dudy menyatakan kesadaran masyarakat yang tinggi dalam penggunaan sabuk pengaman dan helm, mematuhi aturan lalu lintas, memilih hari mudik yang fleksibel, mengecek kendaraan, hingga memanfaatkan transportasi umum turut berperan besar dalam tercapainya hasil ini.

Dia mengajak masyarakat untuk terus menjaga keselamatan dalam berlalu lintas, tidak hanya selama periode arus mudik dan balik Lebaran, tetapi juga di setiap perjalanan sehari-hari. "Keamanan dan keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Mari kita terus jaga keselamatan kita dan orang lain di jalan raya dengan selalu mematuhi aturan dan menjaga kewaspadaan. Mari kita saling respek," ujarnya.

Dudy berharap hasil positif yang dicapai pada arus mudik Lebaran 2025 ini bisa menjadi motivasi untuk terus memperbaiki sistem transportasi dan keselamatan lalu lintas di masa yang akan datang. Apalagi, berbagai kebijakan seperti bekerja dari mana saja (WFA), mudik gratis, penurunan tarif tiket pesawat, diskon tarif tol, hingga rekayasa lalu lintas berdampak positif atas kelancaran mudik Lebaran 2025 ini.

Mulai kini yuk lebih berhati-hati dalam berkendara. Tapi sebelum itu, kenali tanda-tanda kamu terkena microsleep.

1. Penurunan Respons: Pada saat microsleep, respons terhadap stimulus eksternal, seperti suara klakson atau goyangan mobil, akan menurun atau bahkan tidak ada sama sekali.

2. Mata Terasa Berat: Sebelum microsleep terjadi, seringkali ada sensasi mata yang terasa berat atau sulit untuk tetap terbuka.

3. Kehilangan Kesadaran Sementara: Individu yang mengalami microsleep mungkin merasakan seolah-olah mereka kehilangan sebagian atau semua kesadaran mereka selama beberapa detik.

Terjadinya microsleep disebabkan oleh beberapa faktor, yakni:

1. Kurang Tidur: Kurang tidur adalah penyebab utama microsleep. Ketika seseorang tidak mendapatkan tidur yang cukup, otak akan mencoba untuk "menagih" tidur tersebut, bahkan di saat-saat yang tidak tepat.

2. Kelelahan: Aktivitas fisik atau mental yang berlebihan dapat menyebabkan kelelahan, yang dapat memicu microsleep.

3. Rutinitas Monoton: Menjalani aktivitas yang monoton, seperti mengemudi di jalan yang lurus dan panjang, dapat membuat otak menjadi bosan dan lebih rentan terhadap microsleep.

4. Konsumsi Alkohol atau Obat-obatan: Alkohol dan beberapa jenis obat-obatan dapat memengaruhi sistem saraf pusat dan menyebabkan microsleep.

Jangan pernah remehkan microsleep, karena jika berkaca pada kecelakaan arus mudik tahun lalu, mayoritas kecelakaan melibatkan pengguna sepeda motor.

Sepeda motor masih menjadi kategori kendaraan yang paling rentan terlibat dalam kecelakaan mencapai 73%, diikuti oleh kendaraan angkut orang atau bus dengan 12%, angkutan barang dengan 10%, dan mobil pribadi dengan 2%. Sementara itu, 3% sisanya terdiri dari jenis kendaraan lainnya.

Kecelakaan arus mudik yang disebabkan oleh microsleep dapat menjadi pengingat bagi pengemudi untuk memastikan istirahat cukup sebelum melakukan perjalanan jauh dan untuk selalu memperhatikan tanda-tanda kelelahan atau microsleep saat berkendara.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(saw/saw)

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |