Amerika Ketar-Ketir Ditendang China, Tandanya Makin Kencang

18 hours ago 7

Jakarta, CNBC Indonesia - Teknologi China sempat mengguncang Silicon Valley, ketika memperkenalkan model AI R1 buatan DeepSeek yang dikembangkan dengan biaya rendah, tetapi kinerjanya bisa disandingkan dengan model-model AI canggih buatan AS. Kala itu, saham-saham raksasa teknologi Amerika Serikat (AS) langsung rontok berjamaah, dipicu kekhawatiran investor terkait model AI mahal yang belum juga mendatangkan laba nyata.

Sejak kemunculan DeepSeek, teknologi China terus berkembang pesat dan membuat AS ketar-ketir. Baru-baru ini, China kembali membuat gebrakan dengan peluncuran model 'Kimi K3' yang mencatat kinerja moncer untuk sejumlah benchmark penting.

Dalam beberapa benchmark, Kimi K3 mampu menyandingi model-model unggul (frontier) asal AS yang biaya pengembangannya selangit. Kemunculan Kimi K3 lantas memicu gelombang kepanikan baru bahwa China makin dekat menutup ketimbangan dengan AS dalam perlombaan AI.

AS masih terus menuduh model-model AI canggih asal China dilatih dengan tulang punggung model-model AI frontier asal AS seperti Anthropic, OpenAI, dan Google.

Di tengah ketegangan tersebut, ada perbedaan strategi yang krusial antara pengembangan AI di China dan AS. China menerapkan model-model bersifat sumber terbuka (open-source) dan bobot terbuka (open-weight). Sementara itu, AS masih terus mempertahankan model-model bersifat sumber tertutup (close-source).

Perbedaannya terletak pada aksesibilitas kode sumbernya. Model open-source memungkinkan pengembang bebas melihat, memodifikasi, dan mendistribusikan kembali model AI yang tersedia. Sementara itu, model close-source artinya kode program bersifat rahasia, dilindungi hak cipta, dan hanya boleh diubah oleh pembuatnya.

Open-weight berada di tengah-tengah. Parameter akhir (bobot) dari model AI yang dilatih dipublikasikan agar semua orang dapat mengunduh dan menggunakannya secara lokal. Gampangnya, open-source menyerahkan seluruh 'resep' model AI, sementara open-weight hanya memberikan hasil akhir atau siap pakai.

"Secara pribadi, saya terkejut bahwa China terus mengizinkan model-model berkualitas tinggi seperti ini tersedia secara open-source, mengingat adanya potensi risiko," tulis Dean Ball, mantan penasihat senior bidang AI untuk Presiden Donald Trump yang kini menjabat sebagai kepala strategi di OpenAI, di platform X, menurut laporan Business Insider, dikutip dari AOL, Senin (20/7/2026).

Ia mengatakan bahwa strategi open-weight akan mengarah pada "komunisme AI" sepenuhnya. Sementara itu, open-source dapat menghambat laju perkembangan karena model-model tersebut mengurangi belanja modal (capex) untuk AI.

Namun, hal yang benar-benar memicu diskusi hangat adalah pernyataan berikut:

"Menurut perkiraan saya, pada titik tertentu pemerintahan Trump akan menyadari bahwa strategi terbaik mereka dalam hal ini adalah menciptakan risiko regulasi yang besar terkait penggunaan model open-weight asal China," tulisnya.

Ball berpendapat bahwa upaya menciptakan ketakutan, ketidakpastian, dan keraguan, atau yang dikenal dengan istilah "FUD" di kalangan praktisi, dalam proses regulasi akan membuat sebagian besar perusahaan AS menghindari penggunaan model open-source tersebut.

Ia kemudian mengklarifikasi bahwa hal itu hanyalah prediksinya, bukan sebuah rekomendasi, dan menegaskan dukungannya terhadap model open-source, selama AI belum mencapai titik yang terlalu berbahaya.

Anthropic dan OpenAI bersikeras bahwa model mereka terlalu canggih untuk dibuka aksesnya bagi publik. Pasalnya, tindakan tersebut berbahaya karena memungkinkan siapa saja menggunakan alat mereka untuk tujuan apa pun dengan pengawasan yang minim.

Close-source memberikan kendali lebih besar kepada pembuatnya, termasuk dalam hal keamanan, akses, dan penetapan harga. Laboratorium-laboratorium tersebut telah memperingatkan bahwa model open-weight yang berasal dari China merupakan ancaman bagi keamanan nasional maupun bisnis mereka.

David Sacks, seorang pemodal ventura yang pernah menjabat sebagai pejabat tinggi (czar) pertama pemerintahan Trump untuk urusan AI dan kripto, mengatakan bahwa "pemanfaatan ketidakpastian regulasi sebagai senjata adalah hal yang sama sekali tidak dapat diterima."

"Kita berada pada titik balik krusial dalam kebijakan AI. Laboratorium-laboratorium terkemuka dengan sistem close-source yang telah membentuk duopoli dalam hal pendapatan model AI, menginginkan pemerintah menyingkirkan pesaing mereka yang berbasis open-source," tulisnya di platform X menanggapi unggahan Ball.

"Duopoli" yang dimaksud adalah OpenAI dan Anthropic. "Mereka telah menunjukkan niat mereka secara terang-terangan. Kini saatnya bagi pihak lain di Silicon Valley, mayoritas besar yang masih menjunjung tinggi persaingan terbuka, untuk melakukan hal yang sama," ia menuturkan.

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |