Yogyakarta, CNBC Indonesia - Penerapan opsen pajak kendaraan bermotor sempat membuat penjualan mobil di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) jatuh cukup dalam. Pasar otomotif di dua wilayah tersebut bahkan tercatat anjlok hingga 30% setelah kebijakan opsen mulai berlaku.
Vice President Director Nasmoco Jodjana Jody mengatakan dampak opsen terlihat dari perubahan penjualan kendaraan Toyota di Jawa Tengah dan DIY. Sebelum kebijakan tersebut berlaku, konsumen justru melakukan pembelian lebih cepat sehingga menciptakan lonjakan penjualan.
Nasmoco adalah jaringan dealer resmi Toyota (di bawah PT New Ratna Motor) yang melayani penjualan mobil, servis, dan suku cadang untuk wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
"Kenapa turun? Karena tahun lalu di Q1 di Jawa Tengah belum ada opsen. Jadi untuk diketahui, mungkin Bapak, Ibu semua ngerti masalah opsen ya. Opsen itu adalah pajak regional yang dikenakan kira-kira 66% dari BBNKB dan PKB yang berlaku. Jadi harga di Jawa Tengah memang lebih tinggi," kata Jody dalam Journalist Test Drive (JTD) Toyota di Yogyakarta, Senin (14/9/2026).
Perbedaan harga tersebut membuat momentum pembelian kendaraan bergeser. Konsumen yang mengetahui opsen akan diterapkan memiliki dorongan untuk membeli kendaraan lebih awal sebelum pungutan tersebut berlaku.
"Nah, Q1 tahun lalu itu belum ada, sehingga masyarakat berbondong-bondong beli dan penjualannya itu meningkat cukup tajam. Nah, Q1 tahun ini sebenarnya sudah kena opsen, karena opsen sudah berlaku dari Q2 2025. Dan akibat opsen, tahun lalu market Jawa Tengah DIY turun 30%, Bapak, Ibu. Turun 30%," ujarnya.
Dampak tersebut juga tercermin pada penjualan Nasmoco pada awal 2026. Penjualan kuartal pertama tahun ini masih berada di bawah pencapaian periode yang sama tahun sebelumnya.
"Kalau dilihat Q1, Q1 tahun lalu, itu penjualan kita satu kuartal itu kira-kira 3.838. Tahun ini, 2026, turun ke 3.105," kata Jody.
Namun, tekanan tersebut mulai mereda setelah pasar menjalani masa penyesuaian. Penjualan Nasmoco kemudian menunjukkan perbaikan pada kuartal kedua hingga memasuki kuartal ketiga tahun ini.
"Nah, Q2 sejak ada opsen itu 2.600, tapi tahun ini karena sudah latihan satu tahun ya, mungkin ototnya udah kuat lagi, jualan kami naik ke 3.500. Kemudian Q3, khusus Juli dan Agustus, tahun lalu itu masih 1.800, tapi syukur sekarang kita udah mencapai 2.288," tutur Jody.
Pemulihan pasar tersebut akhirnya membuat penjualan tumbuh. Hingga Agustus 2026, penjualan Toyota di jaringan Nasmoco sudah melampaui capaian tahun sebelumnya.
"Secara total, dibanding tahun lalu, jualan kita udah 8.900 atau naik 7,6% versus last year, ya. Ini adalah performance-nya. Lima top model kita tentu nomor satu adalah Avanza, kemudian Innova, Veloz, Zenix, dan Calya," ujar Jody.
(fys/wur)
[Gambas:Video CNBC]

6 hours ago
3

















































