Jakarta, CNBC Indonesia — Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan, masih ada sebanyak tujuh perusahaan yang akan mencatatkan sahamnya di pasar modal melalui pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO).
"Hingga saat ini, terdapat tujuh perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin, dikutip Selasa (31/9/2026).
Sementara hingga saat ini, telah tercatat tujuh perusahaan yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan dana dihimpun Rp 2,16 triliun.
Saudu memaparkan, di antara tujuh calon emiten tersebut berasal dari berbagai sektor, yakni energi, kesehatan, dan industri. Sebanyak tiga di antaranya merupakan calon emiten dengan aset skala besar dengan nilai lebih dari Rp 250 miliar.
Sementara jika dilihat dari besaran aset, dua perusahaan beraset sekala kecil atau aset di bawah Rp50 miliar, dua perusahaan aset skala menengah atau aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar, tiga perusahaan aset skala besar atau aset di atas Rp250 miliar.
Sebagai perbandingan, pada tahun lalu hingga Agustus, terdapat 22 perusahaan yang mencatatkan saham di BEI dengan dana dihimpun sekitar Rp10,39 triliun.
Perlambatan bukan hanya terlihat dari jumlah perusahaan, tetapi juga waktu pencatatannya. Sepanjang 2026, aktivitas IPO terkonsentrasi pada April dan Juli, sementara pada beberapa bulan lainnya tidak terdapat emiten baru yang melantai.
Adapun nama terbaru yang hendak IPO tahun ini adalah PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP), perusahaan manufaktur produk kesehatan berbasis riset.
SWAP menjalani masa penawaran awal pada 24-27 Agustus 2026 dan dijadwalkan mencatatkan sahamnya di BEI pada 10 September 2026.
(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]

4 hours ago
2

















































