Jakarta, CNBC Indonesia - Kekhawatiran terhadap dampak AI di dunia kerja masih tinggi. Data survei 2023 BCG/The Network/Stepstone Group menunjukkan 78% pekerja Indonesia percaya AI akan mengubah pekerjaan mereka, sebanyak 40% memperkirakan dampaknya signifikan terhadap peran dan fungsi kerja.
Kekhawatiran tertinggi muncul di sektor digitalisasi, data science, AI, layanan keuangan, penjualan, layanan pelanggan, serta administrasi. Namun survei yang sama juga menunjukkan bahwa mayoritas sektor melihat AI sebagai pemicu perubahan peran dan kebutuhan reskilling, bukan sebagai penghapus pekerjaan sepenuhnya.
Head of AI Product SEEK, Rishi Patil menegaskan, perusahaan tetap membutuhkan manusia sebagai pusat pengambilan keputusan. Budaya perusahaan, hubungan antarindividu, serta penilaian kontekstual tetap menjadi faktor yang tidak dapat digantikan oleh teknologi.
"Perusahaan adalah kumpulan manusia yang bekerja bersama. AI hanya memperkuat cara mereka bekerja, bukan menggantikannya," ujarnya, dalam wawancara bersama media di kantor Jobstreet by SEEK Jakarta, Selasa (13/1/2026)..
Dia menyebut, AI berfungsi sebagai "cognitive multiplier" yang membantu manusia memproses informasi lebih cepat, menghasilkan prediksi, serta meningkatkan kualitas keputusan.
"AI tidak pernah mengambil keputusan akhir. AI membantu manusia membuat keputusan yang lebih cepat, lebih percaya diri, dan lebih akurat. Keputusan tetap berada di tangan manusia," ujar Rishi.
Dalam proses rekrutmen, AI kini mengotomatisasi banyak tugas repetitif seperti penyusunan iklan lowongan, penyaringan kandidat, penilaian kecocokan, hingga pengelolaan jadwal wawancara. Dampaknya, perekrut memiliki lebih banyak waktu untuk fokus pada hal-hal strategis yang tidak bisa digantikan mesin, seperti membangun hubungan dengan kandidat, memahami budaya organisasi, dan merancang kebutuhan tenaga kerja jangka panjang.
"Yang berubah bukan peran manusia, tapi cara manusia bekerja. Beban administratif berkurang, ruang untuk berpikir strategis justru semakin besar," kata Rishi.
Pesan Rishi bagi para pekerja dan pencari kerja Indonesia jelas: jangan takut pada AI, tetapi pahami dan manfaatkan.
"Mereka yang mampu menggunakan AI secara efektif akan unggul. AI bukan pengganti Anda, tapi penguat kemampuan Anda," pungkasnya.
(miq/miq)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
1

















































