45 PLTU India Kritis Kekurangan Batu Bara, Harga Rekor 2 Bulan

1 hour ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara kembali membara ditopang persoalan pasokan, terutama di India.

Merujuk Refinitiv, harga batu bara pada perdagangan Kamis (27/8/2026) ditutup di posisi US$ 139,5 per ton. Harganya menguat 0,58%. Kenaikan ini memperpanjang tren positif dengan menguat hampir 1% dalam dua hari beruntun.

Harga penutupan kemarin adalah yang tertinggi sejak 12 Juni 2026 atau dua bulan lebih.

45 PLTU India Krisis Batu Bara, Stok Cuma Cukup 3 Hari

Dikutip dari Reuters, sebanyak 45 pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di India kini memiliki stok batu bara pada level kritis per 25 Agustus 2026. Jumlah ini melonjak dari 31 pembangkit pada akhir Juli.

Ke-45 pembangkit tersebut memiliki persediaan di bawah 25% dari kebutuhan normal atau stok yang tidak cukup untuk menghasilkan listrik selama tiga hari berturut-turut.

Kondisi ini terjadi ketika permintaan listrik meningkat akibat El Nino yang kuat, sementara pasokan terganggu hujan monsoon.

Dari jumlah tersebut, 40 PLTU menggunakan batu bara domestik. Hujan monsun deras di sejumlah negara bagian penghasil batu bara seperti Odisha, Jharkhand, dan Chhattisgarh mengganggu produksi tambang serta distribusi bahan bakar.

Konsultan komoditas BigMint mencatat stok batu bara di pembangkit India turun 19% sepanjang Agustus menjadi 30,95 juta ton, atau hanya cukup untuk sekitar 10 hari operasi.

Pembangkit listrik termal India menguras stok batu bara secara tajam dalam 23 hari pertama Agustus karena konsumsi batu bara terus melampaui pasokan.

Kondisi ini terjadi ketika permintaan listrik meningkat akibat cuaca lebih panas dari biasanya yang dikaitkan dengan El Nino. India juga mencatat curah hujan 12% di bawah normal sepanjang musim monsun.

"Pasokan batu bara berjalan pas-pasan, sementara permintaan listrik meningkat, terutama untuk pendingin udara," kata seorang pejabat perusahaan listrik terbesar India, NTPC, kepada Reuters.

Pemerintah India bahkan meminta sejumlah PLTU menunda pemeliharaan pembangkit hingga kondisi pasokan batu bara lebih jelas.

Dari China dilaporkan harga batu bara termal di pelabuhan-pelabuhan transshipment utama China bagian utara naik ke level tertinggi dalam lebih dari dua tahun.

Kenaikan terutama didorong oleh pasokan yang terus ketat dan biaya yang meningkat.

Kenaikan harga batu bara domestik di pelabuhan kemudian menular ke pasar batu bara impor China, sehingga harga impor ikut mendapat dukungan.

Kenaikan harga bukan semata-mata karena permintaan listrik yang melonjak. Sisi pasokan menjadi faktor yang sangat dominan. Sxcoal pada hari yang sama melaporkan bahwa produksi batu bara termal China pada Juli 2026 turun 10,1% secara tahunan, melanjutkan tren penurunan akibat pembatasan produksi dan inspeksi keselamatan di sejumlah wilayah tambang utama.

(mae/mae)

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |