Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam dunia Psikologi Finansial, money scripts adalah keyakinan bawah sadar tentang uang yang terbentuk sejak kecil dan terus memengaruhi keputusan finansial hingga dewasa.
Konsep ini diperkenalkan oleh Brad Klontz, seorang psikolog keuangan yang meneliti hubungan antara emosi, perilaku, dan kondisi finansial seseorang.
Dalam penelitiannya, terdapat empat tipe utama money script yang umum dimiliki seseorang:
1. Money Avoidance (Menghindari Uang)
Orang dengan tipe ini cenderung memiliki pandangan negatif terhadap kekayaan. Mereka bisa merasa bahwa memiliki banyak uang adalah hal yang tidak baik secara moral. Tipe ini melihat uang sebagai sesuatu yang "tidak baik". Ada keyakinan bawah sadar seperti:
-
"Orang kaya itu serakah"
-
"Uang bikin orang berubah"
-
"Lebih baik hidup sederhana daripada kaya"
Akibatnya, mereka sering tanpa sadar menghambat diri sendiri untuk berkembang secara finansial.
Contoh: Seseorang yang menerima bonus kerja namun langsung menghabiskannya, atau menolak promosi karena tidak ingin berurusan dengan tanggung jawab finansial yang lebih besar.
2. Money Worship (Memuja Uang)
Tipe ini percaya bahwa uang adalah sumber utama kebahagiaan dan solusi dari berbagai masalah hidup.
Mereka menempatkan uang sebagai prioritas utama dan menganggap semakin banyak uang yang dimiliki, semakin tinggi pula tingkat kepuasan hidup.
Dikutip dari CNBC, Klontz menggambarkan kondisi ini sebagai kecenderungan untuk "menempatkan uang di atas segalanya". Keyakinan seperti
-
"Kalau punya banyak uang, hidup pasti bahagia"
-
"Belanja bisa menghilangkan stres"
Akibatnya, individu dengan pola ini cenderung memiliki ekspektasi berlebihan terhadap uang dan sering merasa tidak pernah cukup.
Dampak: Pengeluaran impulsif, gaya hidup terus meningkat seiring kenaikan penghasilan, serta kesulitan menabung.
Contoh: Seseorang yang langsung meningkatkan gaya hidup setelah gaji naik, sering berbelanja saat ada diskon tanpa mempertimbangkan kebutuhan, atau menggunakan belanja sebagai pelarian dari stres.
3. Money Status (Status dari Uang)
Pada tipe ini, seseorang mengaitkan nilai diri dengan jumlah uang atau barang yang dimiliki. Uang digunakan sebagai alat untuk menunjukkan status sosial dan mendapatkan pengakuan dari lingkungan. Pola pikir yang sering muncul antara lain:
-
"Saya terlihat sukses jika punya barang mahal"
-
"Penilaian orang lain penting untuk menunjukkan keberhasilan"
Akibatnya, keputusan finansial sering didorong oleh keinginan untuk terlihat mapan, bukan berdasarkan kebutuhan.
Dampak: Pengeluaran berlebihan demi menjaga citra, ketergantungan pada cicilan atau kredit, serta meningkatnya risiko utang konsumtif.
Contoh: Membeli gawai terbaru atau kendaraan secara kredit demi terlihat sukses, atau menghabiskan uang di tempat mahal untuk menjaga penampilan di media sosial.
4. Money Vigilance (Waspada Berlebihan)
Tipe ini biasanya cukup disiplin secara finansial, bahkan cenderung memiliki kondisi ekonomi baik. Namun, mereka tetap diliputi kecemasan terhadap uang, sehingga sulit menikmati hasil kerja kerasnya. Keyakinan yang umum:
-
"Uang harus disimpan terus"
-
"Kalau dipakai nanti habis"
Meskipun terlihat disiplin, pola ini bisa membuat seseorang sulit menikmati hasil kerja kerasnya.
Dampak: Terlalu menahan pengeluaran, enggan mengambil peluang investasi, serta mengalami kecemasan finansial meskipun kondisi sebenarnya cukup stabil.
Contoh: Memiliki tabungan yang cukup tetapi enggan digunakan untuk kebutuhan penting atau pengalaman hidup, seperti kesehatan, pendidikan, atau liburan.
Cara Mengubah Pola Pikir Keuangan
Mengubah money script dimulai dari kesadaran terhadap pola yang dimiliki. Proses ini tidak instan, tetapi dapat dilakukan secara bertahap melalui beberapa langkah berikut.
1. Mengenali Kebiasaan Finansial
Langkah pertama adalah mengidentifikasi kebiasaan finansial yang sering berulang, misalnya cenderung boros saat stres atau justru terlalu menahan diri dalam menggunakan uang.
Penting untuk menyadari bahwa kebiasaan tersebut bukan sesuatu yang permanen. Pola pikir seperti "saya memang orangnya boros atau pelit" perlu diubah menjadi keyakinan bahwa kebiasaan finansial dapat diperbaiki dengan strategi yang tepat.
2. Menelaah Keyakinan Lama
Selanjutnya, individu perlu meninjau kembali keyakinan lama terkait uang yang terbentuk sejak kecil. Banyak orang tanpa sadar memegang prinsip seperti "uang selalu sulit didapat" atau "orang kaya tidak baik".
Keyakinan ini perlu diganti dengan sudut pandang yang lebih adaptif, seperti memahami bahwa kemampuan menghasilkan uang dapat ditingkatkan melalui keterampilan dan usaha.
3. Mengevaluasi Relevansi Pola Pikir
Tahap berikutnya adalah mengevaluasi apakah keyakinan tersebut masih relevan dengan kondisi saat ini. Tidak semua pola pikir lama sesuai dengan realitas sekarang.
Rasa takut berlebihan terhadap uang, misalnya, dapat digantikan dengan pendekatan yang lebih rasional, yaitu mengelola risiko melalui perencanaan keuangan yang matang.
4. Membangun Pola Pikir Baru
Pada akhirnya, membangun pola pikir baru menjadi kunci utama. Uang tidak lagi dipandang sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai alat untuk mencapai tujuan hidup.
Dengan perubahan cara pandang ini, seseorang dapat mengambil keputusan finansial yang lebih sehat, seimbang, dan berkelanjutan.
Kesimpulan
Money script tidak mutlak "baik" atau "buruk," melainkan bergantung pada apakah pola pikir tersebut mendukung atau justru menghambat kesejahteraan finansial Anda. Skrip yang sehat mendorong kebiasaan menabung dan investasi, sementara skrip negatif dapat memicu ketakutan berlebihan atau perilaku boros. Memahami money script pribadi adalah langkah kunci untuk mengubah kebiasaan keuangan yang tidak sehat menjadi lebih produktif.
(dag/dag)
[Gambas:Video CNBC]

6 hours ago
2

















































