Jakarta, CNBC Indonesia - Mudik jadi tradisi kebanyakan masyarakat Indonesia di periode libur Lebaran tiap tahunnya, termasuk tahun ini. Namun demikian, perlu perencanaan yang cukup matang agar Tunjangan Hari Raya (THR) yang didapatkan tidak ludes begitu saja.
Mudik bukan hanya soal membeli tiket, tetapi juga pengeluaran di kampung halaman yang dapat mengacaukan kondisi keuangan Anda. Akibatnya, Anda mungkin harus berutang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Guna mewaspadai hal tersebut, lakukanlah beberapa hal di bawah ini untuk berjaga-jaga.
1. Estimasi Pengeluaran Mudik Secara Detail
Hitung secara menyeluruh seluruh biaya yang akan dikeluarkan selama mudik, mulai dari pembelian tiket, biaya bahan bakar, hingga pengeluaran untuk makan serta pemberian THR kepada keluarga dan kerabat.
Agar lebih mudah, Anda bisa menggunakan pengeluaran mudik tahun sebelumnya sebagai referensi.
Dengan menghitung estimasi biaya ini, Anda dapat mengetahui jumlah dana yang perlu disiapkan untuk perjalanan mudik nanti.
2. Cek tabungan Anda
Setelah memperkirakan total pengeluaran untuk mudik, langkah berikutnya adalah mengevaluasi aset lancar Anda. Aset lancar mencakup uang tunai dan setara kas yang dapat digunakan dalam waktu singkat.
Idealnya, nilai aset lancar berkisar antara 15-20% dari kekayaan bersih (total aset dikurangi total utang pribadi).
Pastikan bahwa dana yang tersedia mencukupi dan jangan sampai total biaya mudik Anda menyamai atau bahkan melampaui aset lancar yang dimiliki. Jika hal ini terjadi, berarti pengeluaran mudik Anda sudah berada di luar batas wajar.
Sebisa mungkin, usahakan agar biaya mudik tidak melebihi 50% dari total aset lancar yang Anda miliki.
3. Kurangi Pengeluaran yang Tidak Esensial
Setelah memperkirakan biaya mudik dan mengevaluasi aset lancar, Anda masih dapat menghemat pengeluaran dengan mengurangi biaya yang kurang penting.
Beberapa pengeluaran yang bisa dikurangi meliputi belanja berlebihan saat berada di kampung halaman serta pembelian oleh-oleh dalam jumlah besar. Dengan menyesuaikan pengeluaran, Anda dapat lebih mengontrol keuangan selama mudik tanpa mengorbankan kebutuhan utama.
4. Siapkan Dana Darurat & Pertimbangkan Asuransi Mudik
Tidak ada yang bisa memprediksi apa yang akan terjadi selama berada di kampung halaman. Risiko finansial tetap ada dan bisa berdampak pada tabungan Anda.
Oleh karena itu, pastikan dana darurat tetap tersedia untuk menghadapi kejadian tak terduga. Selain itu, pertimbangkan untuk memiliki asuransi mudik guna mengantisipasi potensi musibah yang dapat menguras keuangan.
Beberapa perusahaan asuransi menawarkan perlindungan yang mencakup biaya pengobatan, santunan kecelakaan, hingga ganti rugi atas barang pribadi atau rumah yang ditinggalkan selama mudik.
Dengan persiapan ini, perjalanan mudik Anda tidak hanya lebih hemat, tetapi juga lebih aman secara finansial.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(rev/rev)