Jakarta, CNBC Indonesia - Meta Platforms, induk perusahaan Facebook dan Instagram, dituding menutup mata terhadap iklan judi online ilegal di platformnya, menurut Komisi Perjudian Inggris.
Direktur Eksekutif Gambling Commission, Tim Miller, menilai iklan semacam itu marak muncul di feed pengguna, termasuk iklan dari situs yang tidak tergabung dalam skema self-exclusion "GamStop" untuk perjudian online.
Jika pengguna tak hati-hati, bisa saja terjebak dalam judi online yang menyamar sebagai game yang muncul di iklan-iklan di paparan medsos.
Miller mengatakan klaim Meta bahwa mereka baru mengetahui iklan setelah diberitahu tidak benar. Menurutnya, perpustakaan iklan Meta menunjukkan jelas pengiklan mana yang menyatakan situs mereka "Tidak terdaftar di GamStop".
"Jika kami bisa menemukannya, Meta juga bisa," kata Miller, dikutip dari Reuters, Rabu (21/1/2026). "Mereka hanya memilih untuk tidak melihat," imbuhnya.
Meta menanggapi tudingan ini dengan menyatakan mereka memiliki kebijakan periklanan yang ketat dan segera menghapus iklan yang melanggar aturan.
Perusahaan juga mengaku bekerja sama dengan Gambling Commission untuk memperbaiki alat deteksi proaktif terhadap iklan ilegal.
"Kami bekerja sama dengan Komisi untuk mengidentifikasi dan menghapus semua iklan yang melanggar kebijakan, serta menggunakan informasi ini untuk meningkatkan alat deteksi proaktif yang sudah ada," ujar juru bicara Meta.
"Kami mendorong Komisi untuk terus bekerja sama dengan kami agar pengguna dan pengiklan sah terlindungi dari pelaku buruk ini,".
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
3

















































