Jakarta, CNBC Indonesia - Gelombang badai musim dingin yang melanda Amerika Serikat sejak akhir pekan lalu telah menewaskan sedikitnya 38 orang di 14 negara bagian, ketika salju tebal, hujan es, dan suhu di bawah titik beku mencengkeram wilayah tengah hingga timur negeri itu.
Badai mulai terbentuk pada Jumat dan mencapai puncaknya selama akhir pekan, memuntahkan salju di area yang sangat luas. Kondisi ekstrem itu melumpuhkan lalu lintas darat, memicu pembatalan penerbangan secara massal, serta menyebabkan pemadaman listrik di banyak wilayah.
Meski hujan salju mulai mereda pada Senin, suhu dingin yang menusuk diperkirakan masih akan bertahan dalam beberapa hari ke depan.
Hingga Selasa, kota-kota di berbagai negara bagian mengerahkan petugas darurat dan sumber daya tambahan untuk memastikan keselamatan warga, terutama kelompok rentan seperti tunawisma. Pada saat yang sama, lebih dari 550.000 rumah dan tempat usaha di seluruh negeri masih dilaporkan tanpa aliran listrik.
Di New York City, sepuluh korban jiwa tercatat akibat badai ini. Wali Kota Zohran Mamdani mengatakan suhu di kota tersebut merupakan yang terdingin dalam 8 tahun terakhir, dengan suhu terendah mencapai 8 derajat Fahrenheit.
Meski seluruh korban ditemukan di luar ruangan, Mamdani mengatakan belum dapat dipastikan apakah mereka merupakan tunawisma. Ia menambahkan bahwa sebagian korban "pernah berinteraksi dengan sistem penampungan kami di masa lalu. Masih terlalu dini untuk menyampaikan diagnosis yang lebih luas atau penyebab kematian."
Pemerintah Kota New York memutuskan menunda penghitungan tahunan populasi tunawisma, yang diwajibkan oleh Departemen Perumahan dan Pembangunan Perkotaan AS, dari pekan ini ke awal Februari. Menurut Mamdani, fokus utama saat ini adalah keselamatan warga.
"Petugas lapangan seharusnya fokus membawa warga New York ke dalam ruangan, bukan melakukan pengumpulan data," kata Mamdani, dikutip dari Reuters, Rabu (28/1/2026).
Sekitar 500 dari lebih dari 4.000 orang tunawisma yang diperkirakan tinggal di jalanan dan sistem kereta bawah tanah kota tersebut telah ditempatkan di penampungan sejak 19 Januari. Petugas lapangan juga melakukan pengecekan setiap dua jam terhadap 350 orang tunawisma yang dinilai berisiko tinggi karena memiliki kondisi medis tertentu.
Kondisi tak kalah berat terjadi di Nashville, Tennessee, kota berpenduduk sekitar 680.000 jiwa. Lebih dari 135.000 rumah dan tempat usaha di wilayah itu masih tanpa listrik, sementara suhu diperkirakan turun hingga 6 derajat Fahrenheit pada Rabu pagi dengan hembusan angin yang membuat suhu terasa di bawah nol.
"Jelas apa yang sedang kita hadapi," kata Wali Kota Nashville Freddie O'Connell dalam konferensi pers Selasa. "Ini adalah badai es bersejarah."
Pejabat setempat menyebut sekitar 1.400 tunawisma telah memenuhi tiga tempat penampungan utama kota serta dua lokasi penampungan tambahan. Polisi dan petugas pemadam kebakaran bekerja lembur, sementara tim darurat melakukan patroli rutin di jalan-jalan.
Nashville Rescue Mission, lembaga amal yang menyediakan makanan, pakaian, dan tempat tinggal bagi tunawisma sepanjang tahun, melaporkan lonjakan besar jumlah orang yang datang. Biasanya, lembaga tersebut menampung sekitar 400 orang per malam, namun selama gelombang dingin ini jumlahnya melonjak hingga sekitar 7.000 orang.
"Kami selalu penuh, tapi tidak pernah menolak siapa pun," ujar seorang petugas yang tidak berwenang berbicara kepada media sehingga menolak disebutkan namanya, kepada Reuters melalui sambungan telepon. "Saat cuaca memburuk, orang-orang datang untuk menyelamatkan diri dari dingin."
Di berbagai wilayah, penyebab kematian terkait badai musim dingin ini beragam, mulai dari hipotermia, paparan suhu ekstrem, hingga serangan jantung saat membersihkan salju.
Di Bonham, Texas, sekitar 55 mil di timur laut Dallas, tiga anak laki-laki meninggal dunia setelah terjatuh ke kolam yang membeku pada akhir pekan lalu. Dinas pemadam kebakaran setempat menyatakan bahwa kronologi pasti kejadian tersebut masih belum jelas.
Di Austin, Texas, beberapa jam perjalanan dari Bonham, seorang warga meninggal akibat dugaan hipotermia saat berusaha berlindung di sebuah stasiun pengisian bahan bakar yang telah ditinggalkan. Media lokal juga melaporkan kematian akibat hipotermia di Kansas, Kentucky, Louisiana, Mississippi, South Carolina, Tennessee, dan Michigan.
Secara nasional, hampir 200 juta warga Amerika masih berada di bawah berbagai peringatan cuaca dingin setidaknya hingga 1 Februari. Para peramal cuaca juga memantau potensi badai musim dingin baru yang dapat kembali menghantam wilayah timur Amerika Serikat pada akhir pekan ini.
"Kami terus mengawasi kemungkinan sistem badai lain yang dapat memengaruhi wilayah timur AS," kata David Roth, meteorolog di Weather Prediction Center milik Layanan Cuaca Nasional Amerika Serikat.
(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]

4 hours ago
4

















































