Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mempertanyakan kemampuan tokoh oposisi Iran, Reza Pahlavi, dalam menggalang dukungan domestik untuk mengambil alih kepemimpinan di Teheran. Meski menilai sosok Pahlavi "tampak sangat baik", Trump mengaku belum yakin apakah ia dapat diterima oleh rakyat Iran.
Dalam wawancara dengan Reuters di Ruang Oval pada Rabu (14/1/2025) waktu setempat, Trump mengatakan potensi perubahan kekuasaan di Iran masih terbuka, namun penuh ketidakpastian.
"Dia tampak sangat baik, tetapi saya tidak tahu bagaimana dia akan diterima di negaranya sendiri," ujar Trump, seperti dikutip Reuters, Kamis (15/1/2026). "Saya tidak tahu apakah negaranya akan menerima kepemimpinannya atau tidak, dan tentu saja jika mereka menerimanya, itu akan baik-baik saja bagi saya."
Trump selama ini kerap mengancam akan turun tangan mendukung para pengunjuk rasa di Iran, menyusul laporan ribuan korban tewas dalam penindakan terhadap protes anti-pemerintah. Namun, ia belum memberikan dukungan penuh kepada Pahlavi, putra mendiang Shah Iran yang digulingkan dalam Revolusi Islam 1979.
Komentar tersebut kembali menimbulkan tanda tanya soal posisi AS terhadap oposisi Iran, terutama setelah Trump pekan lalu menyebut tidak berencana bertemu dengan Pahlavi. Reza Pahlavi (65), yang kini berbasis di AS, telah lama hidup di pengasingan dan menjadi salah satu suara oposisi paling dikenal. Meski demikian, oposisi Iran dinilai masih terfragmentasi dan minim kehadiran terorganisir di dalam negeri.
Trump juga membuka kemungkinan jatuhnya pemerintahan ulama di Teheran akibat tekanan publik. "Apakah itu jatuh atau tidak, itu akan menjadi periode waktu yang menarik," katanya. Namun ia menambahkan, "rezim mana pun dapat gagal."
Dalam wawancara yang sama, Trump turut menyinggung isu global lain, termasuk perang Rusia-Ukraina. Ia menilai Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebagai hambatan utama tercapainya kesepakatan damai.
"Putin siap membuat kesepakatan," kata Trump. Saat ditanya apa penghalangnya, ia menjawab singkat, "Zelensky."
Trump juga menepis kritik dari Partai Republik terkait penyelidikan Departemen Kehakiman AS terhadap Ketua Federal Reserve Jerome Powell. "Saya tidak peduli. Mereka harus loyal," ujarnya, merujuk pada anggota legislatif dari partainya. Kritik serupa dari CEO JPMorgan Jamie Dimon juga ia abaikan. "Saya tidak peduli apa yang dia katakan," kata Trump.
Di luar itu, Trump mengkonfirmasi akan bertemu dengan tokoh oposisi Venezuela Maria Corina Machado di Gedung Putih. Ia menyebut Machado sebagai "wanita yang sangat baik" dan mengatakan pertemuan tersebut akan membahas "hal-hal mendasar".
(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
1

















































