Jakarta, CNBC Indonesia - Hubungan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya Kanada makin renggang sejak Donald Trump terpilih untuk masa jabatan keduanya sebagai Presiden AS. Trump tak segan-segan 'menghukum' Kanada dengan ancaman tarif tinggi.
Padahal, AS selama ini menyerap 76% ekspor Kanada. Tak berlebihan jika Kanada disebut sebagai salah satu negara yang menggantungkan ekonominya terhadap AS.
Untuk itu, Kanada perlu memikirkan ulang struktur dasar ekonomi negaranya. Di tengah gesekan dengan AS, Kanada justru tampak makin mesra dengan China yang notabene merupakan 'musuh bebuyutan' negara kekuasaan Trump.
Dikutip dari Reuters, Sabtu (17/1/2026), Kanada dan China telah mencapai kesepakatan perdagangan awal yang akan memangkas tarif kendaraan listrik (EV) dan canola. Hal ini diumumkan langsung oleh Perdana Menteri (PM) Kanada Mark Carney pada Jumat (16/1) waktu setempat.
Kedua negara berjanji untuk menghapus hambatan perdagangan sambil menjalin hubungan strategis baru. Sebagai konteks, Carney merupakan PM Kanada pertama yang mengunjungi China sejak 2017. Ia tampaknya berupaya membangun kembali hubungan dengan mitra dagang terbesar kedua negaranya setelah AS.
Kanada awalnya akan mengizinkan masuk hingga 49.000 EV China dengan tarif 6,1%, kata Carney setelah pembicaraan dengan para pemimpin China, termasuk Presiden Xi Jinping. Ia tidak menyebutkan jangka waktu tertentu untuk kesepakatan ini.
Angka itu turun drastis dibandingkan dengan tarif 100% untuk EV China yang diberlakukan mantan PM Justin Trudeau pada 2024 silam, setelah sanksi serupa dicanangkan AS. Pada 2023, China mengekspor 41.678 EV ke Kanada.
"Kesepakatan ini mengembalikan situasi sebelum gesekan perdagangan baru-baru ini, tetapi di bawah kesepakatan yang menjanjikan lebih banyak untuk warga Kanada," kata Carney kepada wartawan.
Trudeau sebelumnya menerapkan tarif tinggi untuk EV China dengan dalih untuk menyelamatkan industri domestik. Pasalnya, produsen EV China mendapat manfaat subsidi negara, sehingga mampu menawarkan EV dengan harga murah dan meningkatkan daya saingnya di pasar global.
"Agar Kanada dapat membangun sektor EV yang kompetitif, kita perlu belajar dari mitra inovatif, mengakses rantai pasokan mereka, dan meningkatkan permintaan lokal," kata Carney.
Ia menunjuk pada kemitraan yang lebih kuat dengan China dalam penyimpanan dan produksi energi bersih, yang mendorong investasi baru.
Carney mengatakan ia memperkirakan pakta EV akan mendorong investasi China yang cukup besar ke sektor otomotif Kanada, menciptakan karier yang baik, dan mempercepatnya menuju masa depan nol emisi (zero-emission).
Keuntungan Kanada 'Akrab' dengan China
Berdasarkan kesepakatan baru dengan China, Carney mengatakan Kanada juga mendapat 'imbal balik' karena China akan menurunkan tarif pada biji canolanya per 1 Maret 2026, menjadi tarif gabungan sekitar 15%.
"Perubahan ini menunjukkan penurunan signifikan dari tingkat tarif gabungan saat ini sebesar 84%," katanya, seraya menambahkan bahwa China merupakan pasar benih canola bernilai US$4 miliar bagi Kanada.
Kanada juga mengharapkan tepung canola, lobster, kepiting, dan kacang polongnya akan dibebaskan dari tarif anti-diskriminasi mulai 1 Maret 2026, setidaknya hingga akhir tahun. Carney mengatakan kesepakatan ini akan membuka hampir US$3 miliar pesanan ekspor untuk petani, nelayan, dan pengolah ikan Kanada.
Ia juga mengatakan Xi Jinping telah berkomitmen untuk memastikan akses bebas visa bagi warga Kanada yang bepergian ke China, tetapi tidak memberikan perincian terkait hal ini.
Dalam pernyataan yang diumumkan oleh kantor berita Xinhua milik pemerintah China, kedua negara berjanji untuk memulai kembali dialog ekonomi dan keuangan tingkat tinggi, meningkatkan perdagangan dan investasi, dan memperkuat kerja sama di bidang pertanian, minyak, gas, dan energi hijau.
Carney mengatakan Kanada akan menggandakan jaringan energinya selama 15 tahun ke depan, menambahkan bahwa ada peluang untuk kemitraan China dalam investasi, termasuk tenaga angin lepas pantai.
Ia juga mengatakan Kanada sedang meningkatkan ekspor LNG-nya ke Asia dan akan memproduksi 50 juta ton LNG setiap tahun. Semuanya ditujukan untuk pasar Asia pada 2030 mendatang.
China Lebih Bisa Diprediksi
"Mengingat kompleksitas saat ini dalam hubungan perdagangan Kanada dengan AS, tidak mengherankan bahwa pemerintah Carney ingin meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi bilateral dengan Beijing, yang merupakan pasar besar bagi petani Kanada," kata Even Rogers Pay dari Trivium China yang berbasis di Beijing.
"Sementara itu, sulit bagi Washington untuk mengkritik Carney karena mencapai kesepakatan perdagangan yang menguntungkan ketika Trump sendiri baru saja melakukannya pada Oktober lalu," ia menambahkan.
Trump juga telah mengenakan tarif pada beberapa barang Kanada dan menyarankan sekutu lama AS itu dapat menjadi negara bagian ke-51 negaranya. China, yang juga terkena dampak tarif Trump, ingin bekerja sama dengan negara 'Group of Seven' dalam lingkup pengaruh tradisional AS.
"Dalam hal bagaimana hubungan kita dengan China telah berkembang dalam beberapa bulan terakhir, itu lebih dapat diprediksi, dan Anda melihat hasilnya," kata Carney ketika ditanya apakah China adalah mitra yang lebih dapat diprediksi dan dapat diandalkan daripada AS.
Carney juga mengatakan ia telah berdiskusi dengan Xi Jinping tentang Greenland. "Saya menemukan banyak kesamaan pandangan dalam hal itu," ujarnya.
Trump dalam beberapa hari terakhir menghidupkan kembali klaimnya atas wilayah semi-otonom Denmark tersebut, ketika anggota NATO berupaya untuk melawan kritik AS bahwa Greenland kurang terlindungi.
'Perang' China-AS
Para analis mengatakan pendekatan kembali ini dapat membentuk kembali konteks politik dan ekonomi di ketika 'perang' China-AS berlangsung, meskipun Ottawa diperkirakan tidak akan secara dramatis beralih dari Washington.
"Kanada adalah sekutu inti AS dan sangat terintegrasi dalam kerangka keamanan dan intelijen Amerika," kata Sun Chenghao, seorang peneliti di Pusat Keamanan dan Strategi Internasional Universitas Tsinghua.
Namun, ia menekankan jika Ottawa mengambil kebijakan ekonomi yang lebih pragmatis dan otonom terhadap China, Beijing dapat menunjuknya sebagai bukti bahwa pemisahan yang dipimpin AS bukanlah hal yang tak terhindarkan atau diterima secara universal di antara mitra terdekat AS.
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

3 hours ago
4

















































