Temuan Sperma Nyasar di Luar Angkasa, Ambisi Manusia Bisa Buyar

7 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah penelitian mengungkapkan hambatan baru ambisi manusia untuk membangun koloni di luar Bumi. Manusia ternyata bakal sulit untuk memiliki keturunan di luar angkasa karena sperma "nyasar" tidak tahu arah ke atas.

Nicole McPherson dari Adelaide University melakukan penelitian terhadap pergerakan sperma di lingkungan dengan gaya gravitasi mikro menggunakan perangkat yang diberi nama mesin clinostat 3D. Mesin clinosatat memutar balik subjek secara berulang mereplika gravitasi yang terus menerus berubah arah. Kondisi ini menciptakan kondisi yang menyerupai luar angkasa.

Ia melakukan eksperimen dengan sperma manusia, tikus, dan babi di dalam clinostat. Hasilnya, semua sampel tersebut masih bisa berenang (motilitas) dengan normal.

"[Namun] kami mengamati penurunan signifikan dalam jumlah sperma yang bisa melalui labirin dalam kondisi gravitasi mikro dibanding gravitasi normal. Ini adalah untuk pertama kalinya kita bisa menunjukkan bahwa gravitasi adalah faktor penting dalam kemampuan sperma mencari jalan melalui kanal, seperti saluran reproduksi," kata McPherson seperti dikutip IFL Science.

Namun, sperma ternyata bisa diarahkan menggunakan lepasan hormon progesterone. Ini bisa menjadi solusi untuk memastikan sperma "menemukan" jalan saat berada di lingkungan gravitasi mikro. Solusi lainnya adalah proses menggunakan bayi tabung.

Dalam percobaan McPherson, tingkat keberhasilan pembuahan pada tikus percobaan 30 persen lebih rendah dalam kondisi gravitasi mikro.

"Eksposur terus menerus membuatnya lebih sulit, menyebabkan perkembangan yang terhambat, bahkan dalam beberapa kasus mengurangi sel yang bisa membentuk fetus dalam tahap paling awal pembentukan embrio," katanya.

Sementara itu, perkembangan blastocys babi lebih sering gagal jika pembuahan terjadi di kondisi gravitasi mikro.

Artinya, meskipun manusia berhasil mendirikan koloni di Mars atau di Bulan, reproduksi dalam lingkungan gravitasi mikro pasti sangat jarang. Jika sperma kesulitan menemukan arah dalam simulasi gravitasi mikro di Bumi, apalagi dalam tingkat gravitasi sangat rendah di Mars dan Bulan.

"Kami selanjutnya ingin melihat apakah ada tahapan dalam penurunan tingkat gravitasi, apakah ada penurunan tajam. Atau dengan kata lain, berapa kuat gravitasi yang dibutuhkan untuk proses reproduksi," kata McPherson.

(dem/dem)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |