Jakarta, CNBC Indonesia - Departemen Perdagangan AS mengumumkan pemerintanya dan Taiwan telah mencapai kesepakatan perdagangan untuk membangun pabrik semikonduktor (chip) di tanah Amerika.
Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, perusahaan chip dan teknologi Taiwan akan menginvestasikan setidaknya US$ 250 miliar dalam kapasitas produksi di AS, dan pemerintah Taiwan akan menjamin kredit sebesar US$ 250 miliar untuk perusahaan-perusahaan ini.
Sebagai imbalannya, AS akan membatasi tarif resiprokal terhadap Taiwan menjadi 15%, turun dari 20%, dan berkomitmen untuk tidak mengenakan tarif timbal balik pada obat-obatan generik, bahan-bahannya, komponen pesawat terbang, dan beberapa sumber daya alam.
"Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) telah membeli lahan dan dapat melakukan ekspansi di Arizona sebagai bagian dari kesepakatan ini," kata Menteri Perdagangan Howard Lutnick kepada CNBC dalam sebuah wawancara pada hari Kamis malam (15/1/2026).
"Mereka baru saja membeli ratusan hektar lahan yang berdekatan dengan properti mereka," kata Lutnick. "Saya akan membiarkan mereka melanjutkan dengan dewan direksi mereka dan memberi mereka waktu."
Mengenai rencana TSMC, permintaan pasar untuk teknologi canggih sangat kuat. Oleh karena itu, TSMC menegaskan perusahaan akan terus berinvestasi di Taiwan dan berekspansi ke luar negeri.
"Semua keputusan investasi didasarkan pada kondisi pasar dan permintaan pelanggan," kata juru bicara TSMC kepada CNBC.
Pengumuman tersebut menambahkan bahwa dalam perjanjian tarif kedua negara, tidak hanya TSMC yang akan masuk untuk investasi pabrik chip di AS. Berdasarkan kerangka kerja Pasal 232, kegiatan investasi pembangunan pabrik chip Taiwan akan mendapatkan berbagai kemudahan dan pengecualian tarif.
Seperti TSMC, perusahaan akan dapat mengimpor hingga 2,5 kali kapasitas yang mereka bangun selama pabrik masih dalam pembangunan, tanpa membayar tarif berdasarkan kerangka kerja tersebut.
"Suku cadang otomotif, kayu, dan produk terkait Taiwan juga akan terhindar dari tarif di atas 15% berdasarkan Pasal 232," kata pengumuman tersebut.
Setelah pabrik selesai dibangun, perusahaan akan dapat mengimpor 1,5 kali kapasitas produksi AS mereka.
Perjanjian ini memberikan kejelasan kepada perusahaan chip dan perusahaan teknologi yang telah bergulat dengan ketidakpastian selama setahun terakhir terkait pendekatan pemerintahan Trump terhadap tarif di industri semikonduktor.
Perjanjian ini juga memberikan insentif kepada TSMC, perusahaan fabrikasi terkemuka di dunia, untuk terus membangun lebih banyak pabrik di wilayah AS, sekaligus memperjelas bahwa mereka dapat terus memproduksi chip untuk perusahaan AS di Taiwan.
"Sebagai perusahaan fabrikasi semikonduktor yang melayani pelanggan di seluruh dunia, kami menyambut baik prospek perjanjian perdagangan yang kuat antara Amerika Serikat dan Taiwan," kata perwakilan TSMC dalam sebuah pernyataan.
(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]

3 hours ago
3
















































