Tabungan Warga AS Anjlok ke Titik Terendah, Amerika di Ambang Resesi?

2 hours ago 3

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia

22 June 2026 16:35

Jakarta, CNBC Indonesia - Kekhawatiran baru muncul terhadap ekonomi Amerika Serikat (AS). Konsumen AS masih terus berbelanja, tetapi pada saat yang sama tingkat tabungan mereka turun tajam.

Mengutip The Economist, konsumsi pribadi masih menjadi mesin utama ekonomi AS karena menyumbang sekitar dua pertiga dari produk domestik bruto (PDB). Dalam setahun terakhir, konsumsi pribadi tumbuh cukup solid sekitar 2%.

Namun, yang membuat pasar mulai waswas adalah tingkat tabungan pribadi warga AS turun menjadi hanya 2,6% pada April 2026. Angka ini sangat rendah. Sejak awal 2008, saat Bear Stearns menjadi salah satu korban awal krisis keuangan global, tingkat tabungan AS hanya pernah lebih rendah satu kali dari posisi tersebut.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa konsumsi rumah tangga AS tinggal menunggu waktu untuk melambat. Sebab, jika warga terus berbelanja tetapi tabungan makin tipis, daya tahan konsumsi bisa ikut melemah.

Tabungan Turun Tajam, Tapi Belum Tentu Tanda Warga AS Kehabisan Uang

Tingkat tabungan pribadi mengukur berapa persen pendapatan warga yang tersisa setelah mereka membayar pajak dan membelanjakan uangnya. Pada periode 1970 hingga 2000, tingkat tabungan pribadi AS rata-rata berada di kisaran 10%. Bahkan pada 2025 lalu, angkanya masih sekitar 5%. Pada April 2026, angkanya sudah tinggal separuhnya.

Tekanan terhadap kantong warga AS juga datang dari inflasi. Untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, inflasi tahunan kini bergerak lebih cepat dibandingkan pertumbuhan upah. Artinya, kenaikan harga mulai menggerus daya beli pekerja.

Selain itu, pengembalian pajak yang lebih besar dari kebijakan Donald Trump bertajuk "One Big Beautiful Bill" juga sebagian besar sudah dibayarkan. Nilainya sekitar US$350 lebih besar per rumah tangga dibandingkan tahun lalu.

Jika dilihat sekilas, rendahnya tingkat tabungan memang tampak seperti bukti bahwa rumah tangga AS mulai kehabisan uang tunai. Namun, ada beberapa penjelasan yang membuat kondisi ini tidak sepenuhnya mengkhawatirkan. Salah satunya adalah faktor demografi.

Pada akhir abad ke-20, tingkat tabungan AS terbantu oleh jumlah pekerja yang jauh lebih besar dibandingkan pensiunan. Pekerja biasanya menabung untuk masa pensiun, sementara pensiunan justru mulai memakai tabungan yang sudah mereka kumpulkan selama hidup.

Saat ini, jumlah pensiunan di AS semakin besar. Jumlah warga yang menerima Social Security mencapai 54,5 juta orang pada Mei. Untuk pertama kalinya, lebih dari separuh penduduk yang berada di luar angkatan kerja berusia 65 tahun ke atas.

Pensiunan umumnya memiliki pendapatan berjalan yang lebih rendah dibandingkan pekerja. Namun, mereka tetap bisa berbelanja karena menggunakan tabungan dan aset yang sudah dikumpulkan sebelumnya. Pola ini ikut menekan tingkat tabungan secara nasional, tetapi belum tentu menunjukkan masalah keuangan yang serius.

Jika disesuaikan dengan faktor demografi, gambarnya menjadi tidak terlalu suram. Riset ekonom bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) menunjukkan, seorang pensiunan pada umumnya membelanjakan US$15.000 hingga US$22.000 lebih banyak dari pendapatannya setiap tahun.

The EconomistThe Economist Foto: The Economist

Kesenjangan ini bahkan lebih besar pada rumah tangga kaya yang memiliki lebih banyak aset untuk digunakan. Secara keseluruhan, pola "dissaving" atau penggunaan tabungan oleh kelompok usia tua ini mengurangi lebih dari 5 poin persentase dari tingkat tabungan utama.

Dengan kata lain, sebagian dari rendahnya tingkat tabungan AS saat ini mencerminkan warga lanjut usia yang mulai memakai tabungan masa lalunya. Mereka juga lebih leluasa berbelanja karena nilai aset yang tinggi membuat kekayaan mereka tetap besar. Jadi, penurunan tabungan ini bukan semata-mata karena rumah tangga muda mulai kehabisan uang.

Bantalan Uang Masih Tebal, Konsumsi AS Belum Tumbang

Data neraca rumah tangga juga memberi gambaran yang bisa cukup menenangkan. Tingkat tabungan hanya mengukur sisa uang dari pendapatan bulanan. Ukuran ini tidak menghitung stok uang tunai dan aset likuid yang sudah dimiliki rumah tangga.

Berdasarkan data The Fed, aset likuid rumah tangga AS, seperti uang tunai, simpanan bank, dan dana pasar uang, setara sekitar 84% dari pendapatan siap pakai tahunan. Angka ini naik dari kurang dari 70% pada tiga dekade sebelum pandemi.

The EconomistThe Economist Foto: The Economist

Bantalan uang tunai ini juga tidak hanya dinikmati kelompok kaya. Di antara separuh rumah tangga terbawah berdasarkan kekayaan, rata-rata saldo aset likuid mencapai sekitar US$12.800. Secara riil, angka tersebut lebih tinggi dibandingkan periode mana pun sebelum pandemi.

Data terbaru dari sektor swasta juga belum menunjukkan tanda-tanda konsumsi AS akan segera jatuh. PNC mencatat belanja kartu, di luar bensin, naik hampir 5% secara tahunan pada Mei. Laju ini mendekati pertumbuhan tercepat dalam empat tahun.

FREDFRED Foto: The Economist

Bank of America juga melihat belanja ritel, perjalanan, hiburan, dan layanan diskresioner lainnya masih cukup kuat. Sementara itu, Walmart, yang sering dianggap sebagai barometer konsumen kelas menengah AS, melaporkan jumlah transaksi pada kuartal I tahun ini naik dengan laju tercepat sejak 2024.

Secara keseluruhan, pengembalian pajak, belanja pensiunan kaya, dan bantalan uang tunai yang masih tebal membantu menjaga konsumsi AS tetap berjalan.

Meski begitu, bukan berarti konsumen AS kebal terhadap tekanan. Penurunan besar di pasar saham bisa mengurangi keinginan belanja, termasuk di kalangan warga lanjut usia. Harga minyak juga kemungkinan masih bertahan tinggi selama beberapa bulan, meskipun AS dan Iran mencapai kesepakatan awal untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Gangguan dari kebijakan tarif juga berpotensi meningkat seiring penyelidikan pemerintahan Trump berlanjut. Jalur hukum ini digunakan presiden untuk membenarkan penerapan bea masuk yang bersifat menghukum.

Masa depan USMCA, perjanjian dagang AS dengan Kanada dan Meksiko, juga masih belum pasti. Konsumen AS memang masih mampu menahan banyak tekanan. Namun, itu bukan berarti mereka bisa menahan semua tekanan tanpa batas.

CNBC INDONESIA RESEARCH 

[email protected]

(evw/evw)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |