Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia mencatat sejarah baru dalam sektor energi dengan meresmikan proyek kilang minyak atau Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur. Peresmian kilang raksasa tersebut terhitung yang pertama kalinya sejak peresmian RDMP terakhir 32 taun silam.
Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan keberhasilan penyelesaian proyek strategis tersebut bisa terlaksana di masa pemerintahannya. Peresmian kilang minyak dengan investasi US$ 7,4 miliar setara Rp 123 triliun tersebut dinilai sebagai langkah Indonesia menuju swasembada energi.
"Tadi kita sudah disebut bahwa acara seperti ini pernah dilakukan tahun 94. Berarti 32 tahun yang lalu. Ya lumayan, itu cukup bersejarah. Tentunya saya menyambut bahagia dan merasa sangat bangga atas yang kita hasilkan hari ini dengan peresmian ini," ujar Prabowo dalam acara peresmian kilang minyak atau RDMP Balikpapan, Kalimantan Timur, dikutip Selasa (13/1/2026).
Prabowo menekankan bahwa kemandirian energi merupakan syarat bagi sebuah negara yang berdaulat, selain ketahanan pangan. Dia meyakini Indonesia memiliki karunia sumber daya alam yang melimpah, mulai dari cadangan batu bara terbesar, potensi energi dari kelapa sawit, hingga panas bumi yang belum dimanfaatkan secara maksimal untuk melepaskan diri dari ketergantungan impor.
"Tidak perlu kita impor energi dari luar. Ini sasaran kita. Kita harapkan dalam lima tahun kita bisa mencapai ini. Tapi tidak ada masalah kalau tidak lima tahun, tahun keenam. Kalau tidak tahun keenam, tahun ketujuh. Yang penting kita harus menuju ke situ," tegasnya.
Dengan begitu, Prabowo meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk segera memperluas kegiatan eksplorasi migas guna membuktikan data cadangan yang besar. Dia mewanti-wanti agar proses perizinan dipermudah dan tidak ada pungutan liar di awal yang menghambat investor yang ingin masuk.
"Saya diberitahu juga oleh para pakar, cadangan minyak kita sangat besar, cadangan gas kita sangat besar, tinggal kita mengejarnya. Saya minta ya ESDM segera perluas eksplorasi, mempermudah mereka yang mau eksplorasi ya. Jangan dikutip-kutip di depan," pungkas Prabowo.
Sebagaimana diketahui, RDMP Balikpapan merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikerjakan oleh PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB). KPB sendiri merupakan anak usaha dari PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Subholding Pengolahan dan Petrokimia milik PT Pertamina (Persero).
Proyek RDMP Balikpapan merupakan salah satu contoh konkret keberhasilan pengawalan kebijakan tersebut. Proyek strategis nasional ini dimulai pada 2019 dan sempat mengalami perlambatan akibat pandemi COVID-19.
Namun, dengan konsistensi arah kebijakan dan komitmen kuat Kementerian ESDM, proyek ini tetap diselesaikan hingga dapat beroperasi penuh.
Proyek senilai US$ 7,4 miliar atau setara Rp 123 triliun ini tidak hanya meningkatkan kapasitas menjadi 360 ribu BOPD, tetapi juga menaikkan porsi produk bernilai tinggi dari 75,3% menjadi 91,8%. Kualitas produk telah setara EURO V, sementara kompleksitas kilang meningkat signifikan dari 3,7 menjadi 8.
Dengan beroperasinya RDMP Balikpapan, produksi dalam negeri akan diperkuat melalui tambahan gasoline, diesel, avtur, LPG, serta produk petrokimia seperti propilena. Total produksi ini berpotensi menurunkan nilai impor BBM hingga sekitar Rp68 triliun per tahun.
Selain itu, proyek ini juga menyerap puluhan ribu tenaga kerja, meningkatkan penggunaan produk dalam negeri, serta memberi kontribusi signifikan terhadap PDB nasional hingga Rp514 triliun.
Salah satu unit kunci dalam pengembangan kilang terintegrasi ini adalah Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC). Unit ini menjadi simbol keberhasilan strategi hilirisasi migas yang selama ini didorong oleh pemerintah, karena memungkinkan konversi residu menjadi BBM dan produk bernilai tambah tinggi, sekaligus meningkatkan efisiensi dan daya saing kilang nasional.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]

3 hours ago
1

















































