Sebelum Kasus Venezuela, Purbaya: Trump Tak Segila yang Dibayangkan

2 weeks ago 22

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat mengungkapkan langkah kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada periode keduanya sebetulnya tidak terlalu ugal-ugalan, sebelum menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Ia mengatakan, saat pertama kali melancarkan perang tarif resiprokal pada April 2025, Trump terbukti hanya menggertak negara-negara mitra dagang utamanya supaya menerapkan kebijakan perdagangan yang adil. Trump membuka ruang perundingan, meski kebijakan awalnya sempat mengguncang pasar keuangan.

"IHSG dan Rupiah tertekan sebelum penundaan 90 hari, jadi ketika diumumkan semua tertekan karena semua panik, mereka bilang ekonomi akan kacau balau," kata Purbaya saat konferensi pers realisasi APBN 2025, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Saat kebijakannya mengguncang pasar keuangan dan menekan pasar saham maupun kurs rupiah RI, Trump kata Purbaya ternyata mengajak negara mitra dagang utamanya untuk merundingkan masalah tarif dagang itu, termasuk Indonesia.

Selepas itu, pasar keuangan pun mulai tenang hingga tekanan kurs mereda dan IHSG kembali mengalami penguatan.

"Ternyata enggak, Trump juga ternyata enggak segila yang kita duga, dia mundurkan pelan-pelan pelaksanaannya, ya itu keliatannya merupakan startegi Trump tekan negara-negara untuk melakukan negosiasi perdagangan dan lain-lain yang lebih menguntungkan mereka," paparnya.

Meski begitu, Purbaya menyayangkan langkah lanjutan Trump saat menangkap Presiden Venzuela Nicolas Maduro beberapa waktu lalu terakhir.

"Kalau saya pikir sih lebih bagus seperti itu dibandingkan kasus Venezuela," tegas Purbaya.

(arj/haa)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |