Saham BKSL Bangkit Lagi, Bersiap Terbang ke Rp 200?

3 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten pengembang properti di Bogor, PT Sentul City Tbk (BKSL) kembali bangkit meskipun sempat tersandung gugatan utang. Harganya bahkan diramal bisa ke 200 dalam jangka pendek-menengah.

Saham BKSL pada perdagangan kemarin Selasa (27/1/2026) berhasil menguat 11,18% ke posisi Rp179 per saham, mengakumulasi reli selama setahun mencapai 214%

Tinggal sedikit lagi saham BKSL diharapkan menembus level 200 seperti masa jaya-nya pada 2018 silam. Sementara titik kelam saham BKSL pernah ke 29 perak pada 12 Juli 2024, tetapi hanya selang dua minggu sudah ke gocap lagi.

Titik balik saham BKSL tak lepas dari narasi pengembangan proyek BIOTOWN, yang saat ini tengah disusun rencana kerja dan business plan-nya besama konsultasi international asal China, serta BIOTOWN rencananya sedang dalam proses pengajuan status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan.

BIOTOWN merupakan kawasan terpadu yang dikembangkan sebagai kota kesehatan pertama di Indonesia. Lebih dari sekadar proyek properti, BIOTOWN dibangun sebagai ekosistem kesehatan komprehensif yang bertumpu pada lima pilar utama: layanan medis, perawatan (care), farmasi, sains, serta perangkat kesehatan. Melalui konsep ini, BKSL tidak hanya memasarkan lahan, melainkan menghadirkan kawasan dengan nilai tambah tinggi yang terintegrasi dalam satu ekosistem."

Status KEK yang kini dalam pengajuan juga diproyeksikan menjadi akselerator utama, karena akan membuka peluang insentif fiskal, kemudahan investasi, serta menarik pemain global di industri kesehatan.

Tak berhenti di situ, BKSL juga menjajaki lini pertumbuhan baru melalui ekspansi ke sektor energi terbarukan. Melalui anak usahanya, PT Sentul City Green Energy, perseroan mulai mengembangkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), mencakup penyediaan panel surya, inverter, hingga sistem penyimpanan energi (Battery Energy Storage System/BESS).

Selain itu, BKSL juga mencatatkan salah satu katalis penting melalui pelepasan aset berupa lahan seluas 152 hektar kepada PT Genting Properti Abadi dengan nilai transaksi mencapai Rp2,05 triliun. Menariknya, aksi korporasi berskala besar ini dilakukan tanpa melibatkan jasa penilai independen.

Berdasarkan penjelasan manajemen, kawasan tersebut akan dikembangkan sebagai akses penghubung antara Sentul City dan jalur Puncak II.

Di sisi lain, Genting juga berencana membangun berbagai fasilitas pendukung, mulai dari lapangan golf, kawasan hunian, hingga area komersial. Hingga November 2025, proses administrasi transaksi dikabarkan telah memasuki tahap finalisasi.

Dari sisi valuasi, harga jual lahan tersebut tergolong premium, yakni sekitar Rp1,35 juta per meter persegi. Angka ini jauh melampaui nilai buku aset yang hanya sekitar Rp11,4 miliar.

Dengan selisih yang signifikan tersebut, BKSL berpeluang membukukan lonjakan pendapatan dari pelepasan aset pada laporan keuangan kuartal IV/2025 atau kuartal I/2026, dengan potensi kontribusi yang bahkan melampaui rata-rata pendapatan perseroan selama ini.

Narasi optimis itu juga sudah berpengaruh nyata terhadap kinerja laba. Sampai September 2025, BKSL membukukan laba bersih sekitar Rp96 miliar, melonjak lebih dari lima kali lipat dibandingkan capaian sekitar Rp17 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi kinerja kuartalan, indikasi pemulihan mulai terlihat kuat pada kuartal III/2025, ketika perseroan berhasil berbalik arah dari rugi Rp46 miliar di 3Q24 menjadi laba Rp57 miliar di 3Q25. Lebih jauh, sepanjang kuartal yang telah berjalan di 2025, BKSL konsisten mencatatkan kinerja positif dengan membukukan laba secara berturut-turut.

Narasi optimis BKSL tentu menjadi katalis kuat yang mendorong harga saham naik, meski begitu ada beberapa catatan karena perjalanan ekspansi yang panjang, tak sedikit pula melalui kondisi pasang surut, seperti mendaki gunung ada kalanya turun dulu sebelum menanjak sampai puncak.

Pada awal 2026 ini BKSL tersandung gugatan pembatalan perjanjian perdamaian (homologasi) terkait kewajiban yang pernah diatur sebelumnya, sampai BEI memberi notasi B yang berarti potensi bagkrut, tetapi manajemen BKSL menegaskan bahwa operasional bisnis berjalan normal dan isu tersebut belum berdampak material terhadap kelangsungan usaha.

Jadi, sejauh ini isu soal gugatan masih belum ada dampak nyata. Paling penting, investor juga perlu memposisikan diri, dengan optimisme yang kuat ini perlu cek ulang pada realita, apakah konsep BIOTOWN, KEK, dan lainnya bisa berjalan lancar sesuai dengan ekspektasi.

Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(saw/saw)

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |