Riset UI: Mayoritas Kredit Digital Bukan Buat Konsumtif

11 hours ago 10

JAKARTA, CNBC Indonesia - Kredit digital kini tidak hanya digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan konsumtif sehari-hari.

Riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) bersama Kredivo Group menunjukkan porsi kredit produktif justru mencapai mayoritas dari pinjaman yang disalurkan melalui Kredivo pada 2025.

Wakil Kepala Bidang Penelitian dan Pelatihan LD FEB UI Paksi Walandouw mengatakan, kredit digital memang masih banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk ketika masyarakat menghadapi kebutuhan yang muncul secara mendadak.

Namun, penggunaan kredit digital tidak berhenti pada kebutuhan konsumsi. Berdasarkan data Kredivo dalam riset tersebut, 54,3% penggunaan kredit pada 2025 masuk dalam kategori produktif, sedangkan 41,7% tergolong konsumtif dan 4% masuk kategori lainnya.

Porsi kredit produktif ini juga sedikit meningkat dibandingkan 2019 yang berada di level 52,3%. Sebaliknya, porsi kredit konsumtif meningkat dari 19,2% pada 2019 menjadi 41,7% pada 2025, sementara kategori lainnya turun tajam dari 28,5% menjadi 4%.

Riset tersebut mendefinisikan kredit produktif sebagai pembiayaan yang digunakan untuk aktivitas yang menghasilkan pendapatan (income-generating activities).

Penggunaannya antara lain untuk modal kerja usaha, investasi aset produktif, pendirian usaha baru, ekspansi bisnis, hingga pembelian mesin dan peralatan produksi.

Dari total pengakses kredit produktif, 48% menggunakannya untuk modal usaha. Selanjutnya, 26% digunakan untuk dana pendidikan, 14% untuk dana kesehatan, dan 12% untuk biaya renovasi rumah.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa kredit digital mulai memiliki fungsi yang lebih luas bagi masyarakat, bukan sekadar sebagai alat pembayaran untuk kebutuhan konsumsi.

Paksi menilai keberadaan kredit digital juga penting ketika masyarakat menghadapi kebutuhan yang tidak dapat ditunda.

"Jadi ini yang penting bahwa penting bagi masyarakat untuk tahu kalau ada kebutuhan yang mendesak itu bisa dipenuhi juga saat itu," ujar Paksi saat Peluncuran Laporan Dampak Sosial dan Ekonomi Kredivo, Kamis (10/9/2026).

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |