RI Makin Doyan Utang Yuan, Ini Datanya

6 hours ago 4

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia

16 September 2026 10:30

Jakarta, CNBC Indonesia - Utang luar negeri Indonesia yang bersumber dari Amerika Serikat (AS) dan China sama-sama turun pada Juli 2026. Namun, utang dari China turun lebih dalam yang membuat jarak antar kedua negara kembali melebar.

Posisi utang ular negeri (ULN) mencapai US$454,76 miliar pada Juli atau setara Rp8.026,5 triliun (asumsi kurs Rp17.650/US$1), data itu dilansir dari Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) yang baru di rilis Bank Indonesia.

Nilainya pun bertambah US$283,8 juta dibandingkan posisi Juni 2026 yang tercatat sebesar US$454,48 miliar.

Kenaikan ULN pada Juli terutama berasal dari pemerintah. Posisi ULN pemerintah bertambah US$2,10 miliar, dari US$216,29 miliar pada Juni menjadi US$218,39 miliar pada Juli 2026.

Secara tahunan, ULN pemerintah meningkat sekitar 3,2% dari posisi Juli 2025 yang sebesar US$211,66 miliar.

Sebaliknya, ULN Bank Indonesia turun US$567 juta menjadi US$41,89 miliar. Posisi ULN swasta juga berkurang US$1,25 miliar, dari US$195,72 miliar menjadi US$194,48 miliar.

Jika dibandingkan Juli 2025, ULN swasta turun sekitar 1,2%. Sementara itu, ULN bank sentral masih melonjak 65,9% secara tahunan.

Utang dari AS dan China Sama-Sama Turun

Persaingan antara Amerika Serikat (AS) dan China sebagai pemberi pinjaman terbesar kepada Indonesia belum berubah. AS masih berada di depan, sementara jarak dengan China kembali melebar.

Utang Indonesia dari AS tercatat sebesar US$29,48 miliar pada Juli 2026. Nilainya turun US$78,4 juta atau 0,27% dibandingkan Juni yang mencapai US$29,55 miliar.

Utang dari China juga menyusut, bahkan sedikit lebih besar. Posisi utangnya turun US$98,2 juta atau 0,38%, dari US$25,88 miliar menjadi US$25,78 miliar.

Karena penurunan utang dari China lebih dalam, selisih antara kedua negara tersebut bertambah.

Pada Juni, utang dari AS lebih besar US$3,68 miliar dibandingkan China. Sebulan kemudian, jaraknya melebar menjadi sekitar US$3,70 miliar.

Perbedaannya bahkan semakin terlihat jika ditarik dua bulan ke belakang. Pada Mei 2026, selisih utang dari AS dan China masih berada di kisaran US$2,30 miliar.

Dalam perbandingan tahunan, AS juga melaju lebih cepat.

Utang Indonesia dari AS bertambah US$2,82 miliar atau 10,6% dibandingkan Juli 2025 yang sebesar US$26,65 miliar. Pada periode yang sama, utang dari China hanya meningkat US$813,3 juta atau 3,3% dari US$24,96 miliar.

Namun, pemerintah bukan peminjam terbesar dari kedua negara tersebut. Sebagian besar utang Indonesia dari AS dan China berada di tangan perusahaan swasta.

Dari total utang AS sebesar US$29,48 miliar, sebanyak US$29,20 miliar atau sekitar 99% berasal dari sektor swasta. Porsi pemerintah hanya US$278,7 juta, sedangkan bank sentral tidak memiliki utang dari negara tersebut.

Komposisi utang dari China juga serupa. Sektor swasta menanggung US$24,46 miliar atau hampir 95% dari totalnya. Sisanya sebesar US$1,32 miliar merupakan utang pemerintah.

Penurunan utang dari AS pada Juli terutama berasal dari swasta yang berkurang US$63,5 juta. Utang pemerintah dari negara tersebut ikut turun US$14,9 juta.

Pada utang dari China, penurunan lebih besar terjadi di kelompok pemerintah. Nilainya menyusut sekitar US$80,7 juta, sementara utang swasta turun US$17,6 juta.

Utang dalam Yuan Justru Melonjak

Jika utang berdasarkan negara kreditornya menyusut, cerita berbeda terlihat dari mata uang yang digunakan.

Utang Indonesia dalam yuan China mencapai US$19,36 miliar pada Juli 2026.

Lonjakan pada Juli terutama datang dari pemerintah.

Utang pemerintah dalam yuan meningkat hampir US$1 miliar, dari US$2,15 miliar menjadi US$3,14 miliar. Kenaikannya mencapai US$992,4 juta hanya dalam satu bulan.

Sektor swasta juga menambah utang dalam mata uang tersebut. Namun, kenaikannya lebih kecil.

Di balik lonjakan utang pemerintah dalam yuan terdapat penerbitan Panda Bond perdana Indonesia di pasar obligasi China pada Juli 2026.

Pemerintah menerbitkan surat utang berdenominasi yuan tersebut dengan nilai setara US$1 miliar. Jumlahnya sengaja dibatasi pada penerbitan awal untuk menguji tingkat imbal hasil dan besarnya permintaan investor China.

Masuknya Panda Bond membuat utang pemerintah dalam yuan langsung melonjak. Instrumen tersebut juga membuka sumber pembiayaan baru di luar pasar surat utang dolar AS, euro, dan yen yang selama ini lebih sering digunakan pemerintah.

Singapura Masih yang Terbesar

Di antara seluruh negara pemberi pinjaman, Singapura belum tergeser dari posisi teratas.

Utang Indonesia dari negara tersebut mencapai US$51,27 miliar pada Juli 2026. Jumlahnya hampir dua kali lipat dibandingkan utang dari AS yang berada di posisi kedua.

Namun, posisi utang dari Singapura terus mengecil. Nilainya turun US$54,6 juta dibandingkan Juni yang sebesar US$51,32 miliar.

Jika dibandingkan dengan Juli 2025, penurunannya mencapai US$5,27 miliar atau sekitar 9,3%. Ketika itu, utang Indonesia dari Singapura masih sebesar US$56,54 miliar.

Setelah Singapura, AS menempati posisi kedua dengan nilai US$29,48 miliar. China menyusul di peringkat ketiga sebesar US$25,78 miliar.

Jepang berada di posisi keempat dengan nilai US$20,49 miliar. Namun, negara tersebut mencatatkan penurunan paling besar pada Juli, yakni US$804,8 juta hanya dalam satu bulan.

Posisi kelima ditempati Hong Kong dengan nilai utang US$20,11 miliar. Berbeda dengan empat negara di atasnya, utang dari Hong Kong justru bertambah sekitar US$115 juta.

Kenaikan yang lebih besar tercatat pada utang dari Jerman. Nilainya melompat hampir 10% atau US$494,8 juta, dari US$4,97 miliar pada Juni menjadi US$5,46 miliar pada Juli 2026.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(evw/evw)

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |