RI Akan Sulit Kembangkan LTJ, Beberapa Negara Sudah Kunci Teknologinya

11 hours ago 9

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Industri Mineral (BIM) mengungkapkan bahwa berbagai negara berusaha untuk mengamankan pengembangan teknologi untuk Logam Tanah Jarang (LTJ). Hal itu juga berkenaan dengan rumitnya proses pemisahan 17 unsur LTJ.

Deputi Bidang Riset dan Pengembangan Teknologi BIM Yogi Wibisono Budhi menjelaskan, kesulitan pemisahan tersebut terjadi karena seluruh 17 unsur LTJ berada dalam satu golongan tabel periodik yang sama. Kondisi tersebut membuat sejumlah negara untuk membatasi akses terhadap fasilitas pemisahan maupun bahan pendukungnya.

"Dan di sini kemudian menjadi salah satu pin points ya, di mana beberapa negara berusaha untuk mengunci teknologi-teknologi yang telah mereka kembangkan," ungkapnya dalam acara 36 th Dirgahayu Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi), di Jiexpo, Kamis (10/9/2026).

Yogi mengungkapkan, tindakan penguncian teknologi oleh negara-negara pengembang tersebut tidak hanya berhenti pada teknologi pemisahan. Pembatasan juga diterapkan pada rantai pasok hingga bahan-bahan kimia yang diperlukan dalam proses pemisahan.

"Dan bahkan tidak hanya teknologi yang telah mereka kembangkan, tetapi semua sistem rantai pasok, bahan-bahan kimia yang menjadi kebutuhan di dalam proses pemisahan di dalam teknologi ini juga menjadi satu hal yang dikunci oleh sejumlah negara-negara yang telah mengembangkan," katanya.

Persaingan global sektor LTJ telah bergeser dari kepemilikan cadangan mineral menuju penguasaan teknologi dan rantai pasokan. Pergeseran tersebut terjadi seiring melonjaknya kebutuhan mineral untuk energi bersih, seperti mobil listrik yang meningkat 6 kali lipat dan pembangkit listrik tenaga angin darat yang meningkat 9 kali lipat dibandingkan pembangkit gas.

"Oleh karena itu, peran BIM hadir di sini adalah untuk memotong gap tersebut. Kita ingin menghubungkan antara hasil-hasil riset yang ada di perguruan tinggi dan lembaga riset seperti BRIN, dengan kebutuhan riil industri," paparnya.

Saat ini pihaknya fokus pada kinerja percepatan riset serta pengorkestrasian kolaborasi antara perguruan tinggi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan pelaku industri. Hal itu mencakup proses peningkatan skala dari uji laboratorium menuju fasilitas percontohan hingga skala industri komersial.

"Kita optimistis bahwa Indonesia tidak hanya akan menjadi penonton atau penyedia bahan mentah saja, tetapi mampu meraih kedaulatan teknologi dan menjadi pemain kunci dalam rantai pasok logam tanah jarang global di masa depan," tandasnya.

(wia) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |