Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Jepang mulai menggelontorkan cadangan minyak strategis pada Kamis (26/3/2026) guna meredam dampak lonjakan harga energi dunia. Langkah ini diambil ketika konflik di Timur Tengah terus mengganggu pasokan global, terutama setelah Iran menutup jalur vital Selat Hormuz.
Iran diketahui secara efektif menutup selat tersebut, yang dilalui sekitar seperlima aliran minyak mentah dan gas dunia, sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terhadap negara itu pada 28 Februari. Situasi tersebut menambah tekanan bagi Jepang yang merupakan importir minyak terbesar kelima di dunia dan bergantung lebih dari 90% pada pasokan dari Timur Tengah.
Pejabat Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang, Kaname Morimoto, mengatakan pelepasan cadangan telah dimulai pada Kamis pagi. "Pelepasan [stok nasional] dimulai pada pukul 10.59 pagi kepada perusahaan penyulingan minyak," katanya kepada AFP.
Juru bicara utama pemerintah Jepang, Minoru Kihara, juga menyatakan bahwa ia mengetahui "pemindahan minyak dari setengah stasiun cadangan ke empat perusahaan penyulingan minyak dijadwalkan dimulai" pada Kamis.
Langkah ini menyusul keputusan Tokyo awal pekan ini untuk melepas cadangan pemerintah setara kebutuhan satu bulan, setelah sebelumnya otoritas mulai mengeluarkan cadangan minyak sektor swasta selama 15 hari.
Gangguan di kawasan Teluk juga berdampak langsung pada pelayaran Jepang. Hingga Rabu, sebanyak 45 kapal yang terkait dengan Jepang terjebak di Teluk Persia, termasuk 24 awak berkewarganegaraan Jepang, menurut kementerian transportasi.
Presiden Japanese Shipowners' Association Hitoshi Nagasawa mengatakan pihaknya mendesak pemerintah untuk membantu membuka kembali jalur pelayaran tersebut. Ia mengatakan asosiasi "sangat meminta pemerintah" untuk membantu membuka kembali akses melalui Selat Hormuz.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pekan ini bahwa jalur air tersebut "hanya ditutup untuk musuh". Pernyataan itu muncul setelah Teheran memberi tahu International Maritime Organization bahwa "kapal yang tidak bermusuhan" dapat melintasi Selat Hormuz jika memenuhi aturan keselamatan dan keamanan.
Kepala International Energy Agency Fatih Birol pada Rabu menyatakan siap menyetujui pelepasan cadangan minyak tambahan jika diperlukan. Ia menyampaikan hal tersebut saat kunjungan ke Tokyo, setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi meminta IEA melakukan pelepasan tambahan "jika situasi berlarut-larut".
(luc/luc)
Addsource on Google

4 hours ago
6

















































