Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini nilai tukar rupiah akan kembali menguat dalam dua minggu ke depan. Hal ini didasari dengan keyakinannya atas kembalinya aliran dana asing ke aset dalam negeri.
Purbaya menuturkan perihal rupiah merupakan wewenang Bank Indonesia. Namun, dirinya melihat jika ekonomi membaik, maka kepercayaan investor asing juga akan kembali bangkit. Alhasil, kondisi ini akan mendorong penguatan rupiah.
"Modal-modal asing akan masuk. Mereka masuk ke negara yang menjanjikan pertumbuhan yang lebih tinggi," kata Purbaya saat ditemui wartawan pagi ini, Rabu (14/1/2026).
Dia memperkirakan pertumbuhan ekonomi RI pada kuartal IV-2025 akan mencapai 5,45%. Ini akan menjadi basis kuat untuk selanjutnya tumbuh di arah 6% pada tahun ini.
"Kita akan dorong ke arah sana. Jadi kalau itu mereka udah yakin. Jadi Anda gak usah takut. Fondasi kita kuat," paparnya.
"Rupiah akan kuat karena modal akan masuk ke sini. Dan orang Indonesia yang naro uangnya di sana, ke luar negeri juga akan balik," ujan Purbaya.
Dia yakin uang-uang warga Indonesia yang di luar negeri juga akan kembali ke dalam negeri karena mereka tidak bisa berbisnis di luar negeri.
"Mereka gak biasa bersaing sehat di sana," ujar Purbaya.
Berdasarkan data Refinitiv, Rupiah diperdagangkan di level Rp 16.865 pada pukul 10.05 WIB. Setelah pagi ini, dibuka di level Rp16.850/US$ atau terapresiasi 0,06%.
(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
1

















































