Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) tengah mengembangkan program hilirisasi batu bara untuk pertumbuhan jangka panjang. Selain proyek gasifikasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME), perusahaan juga mulai memproduksi turunan lain seperti metanol hingga kalium humat.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTBA, Una Lindasari menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan salah satu upaya perusahaan untuk meningkatkan nilai tambah. Setiap proyek yang akan dijalankan dievaluasi secara selektif dengan mempertimbangkan nilai ekonomi serta kesiapan teknologinya.
"Hilirisasi menjadi salah satu fokus kami untuk menciptakan nilai tambah yang lebih besar. Kami melihat potensi yang luas dari sumber daya yang dimiliki oleh PTBA untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah termasuk DME, metanol dan kalium humat," kata Una dalam Public Expose PTBA, dikutip Selasa (8/9/2026).
Saat ini, PTBA telah mengoperasikan pabrik percontohan kalium humat dengan kapasitas 171 ton per tahun dan menargetkan pengembangan hingga 10.000 ton per tahun. Selain itu, perusahaan memperluas portofolio ke sektor energi terbarukan melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di lahan pasca tambang yang kapasitasnya telah mencapai 1,2 Mega Watt (MW).
"Ke depan PTBA akan terus mengidentifikasi berbagai potensial project di bidang hilirisasi, energi terbarukan, optimalisasi aset dan lahan pasca tambang maupun bidang bisnis potensial lainnya," tambahnya.
Di samping itu, Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA Turino Yulianto menjelaskan kesiapan pengerjaan fisik proyek gasifikasi batu bara tersebut. Dia memaparkan bahwa pengerjaan proyek strategis ini sedang berada dalam tahap studi kelaikan akhir di bawah koordinasi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
"Yang DME fungsinya adalah untuk mengurangi substitusi impor LPG, sedangkan SNG adalah untuk menutupi kekurangan kebutuhan gas untuk industri. Dua-duanya adalah program strategis nasional. InsyaAllah dalam waktu tidak lama lagi, targetnya tahun depan sudah mulai konstruksi," jelasnya.
Proyek DME nantinya akan dipasok kepada Pertamina Patra Niaga sebagai penyerap, sementara proyek SNG akan disalurkan melalui PGN. PTBA menargetkan kontribusi dari seluruh lini bisnis hilirisasi dan diversifikasi ini dapat mencapai porsi 20% terhadap total pendapatan perseroan dalam kurun waktu empat tahun ke depan.
"Kita bertahap pengembangan diversifikasi ini. Kita sudah targetkan dalam empat tahun ke depan kontribusi dari hilirisasi dari diversifikasi ini sekitar 20% dari total pendapatan perseroan," tandasnya.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]

6 hours ago
4

















































