Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto membeberkan rencana besar yang digagasnya, yakni konversi kendaraan di Tanah Air dari berbahan bakar bensin menjadi tenaga listrik.
Dia meyakini konversi ini akan membuat negara hemat dan tidak bergantung pada pasokan BBM. Rencana konversi kendaraan bensin ke tenaga listrik akan dikenakan bagi seluruh kendaraan mulai dari motor, mobil, hingga truk. Adapun, bensin nantinya tetap ada dan bisa dikonsumsi oleh kelas menengah atas. Pasalnya, harga bensin nantinya akan diterapkan mengikuti fluktuasi harga minyak dunia.
"Semua motor kita akan kita konversi menjadi motor listrik. Semua mobil, semua truk, semua traktor harus tenaga listrik jadi nanti orang kaya yang punya Lamborghini, Ferrari, silakan lo pakai bensin lo bayar aja harga dunia, mau US$ 200, yang lain kita sudah bikin simulasi ternyata naik motor, kalau dia pakai listrik pengeluarannya tinggal 20%, seperlima, jadi ini, this is our game changer," paparnya dalam tayangan Youtube 'Presiden Prabowo Menjawab!!', dikutip Rabu (25/3/2026).
Selain itu, Prabowo bertekad untuk memperbanyak pembangkit listrik tenaga surya. Dia menargetkan setidaknya Indonesia bisa punya pembangkit tenaga surya sebesar 100 giga watt dalam waktu satu tahun ke depan. Dengan rencana, RI tak lagi bergantung dari pembangkit listrik bertenaga diesel.
"Kita masih punya pembangkit listrik tenaga diesel sebesar 13 GW, ini yang kita tutup. Tidak boleh ada lagi listrik dari diesel, terlalu mahal jadi kita sekira dalam waktu dekat 13 GW bisa kita adakan, very soon kita tidak akan pakai diesel-solar untuk listrik," tegasnya.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya mengungkapkan rencana percepatan konversi motor konvensional menjadi bermesin beterai listrik. Untuk itu pemerintah akan memberikan program subsidi seperti sebelumnya.
Hal ini diungkapkan Bahlil usai rapat terbatas di Istana Negara, terkait percepatan implementasi energi bersih seperti pembangunan PLTS 100 Gigawatt dan konversi 120 juta motor ke mesin baterai listrik, Kamis (5/3/2026).
"Semacam begitu (subsidi), tapi nanti kita cari formulasi yang baik," kata Bahlil, saat ditanya program percepatan yang akan diberikan pemerintah.
Sebelumnya, pemerintah juga pernah memberikan subsidi untuk konversi kendaraan motor listrik sebanyak 200 ribu unit yang berakhir tahun 2024 lalu. Namun subsidi senilai Rp 7 - 10 juta itu tidak lagi dilanjutkan pemerintah.
Menurut Bahlil, nantinya nilai program subsidi ini lebih murah dari sebelumnya. Dia memberikan estimasi subsidi yang diberikan senilai Rp 5 - 6 juta per unit, karena teknologi yang sudah jauh lebih murah.
(haa/haa)
Addsource on Google

6 hours ago
7

















































