Sejumlah sopir truk dari negara Balkan memblokir puluhan penyeberangan di berbagai titik perbatasan barang. Mereka melakukan aksi ini sebagai bentuk protes terhadap aturan masuk baru Uni Eropa yang dinilai mengganggu pekerjaan mereka, Senin (26/1/2026). (REUTERS/Ognen Teofilovski)
Para sopir truk yang terlibat dalam aksi ini berasal dari wilayah Bosnia, Serbia, Makedonia Utara, dan Montenegro. Akses menuju Pelabuhan Bar yang berada di Montenegro juga ditutup oleh mereka. (REUTERS/Ognen Teofilovski)
Mereka memprotes aturan Uni Eropa yang membatasi warga non-Uni Eropa hanya dapat tinggal selama 90 hari dalam periode 180 hari di kawasan Schengen. (REUTERS/Ognen Teofilovski)
Kebijakan ini menyebabkan banyak pengemudi truk asal negara-negara tersebut terpaksa dikeluarkan dari negara-negara Uni Eropa saat sedang bekerja. (REUTERS/Ognen Teofilovski)
Kondisi tersebut memicu keresahan karena dianggap menghambat mobilitas pengiriman logistik internasional yang selama ini mereka jalankan. (REUTERS/Ognen Teofilovski)
Menteri Transportasi Makedonia Utara Aleksandar Nikoloski, menyebut aksi pemblokiran ini sebagai bentuk peringatan menjelang penerapan penuh sistem baru pada April mendatang. Ia juga meminta negara-negara Schengen untuk segera mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi para pengemudi truk non-Uni Eropa. (REUTERS/Ognen Teofilovski)

4 hours ago
4

















































