Kenaikan tajam harga bahan bakar di Cile mulai Kamis (26/3/2026) memicu kekhawatiran luas di tengah masyarakat. Sejumlah pompa bensin dilaporkan kosong, sementara papan harga masih menampilkan tarif lama sebelum penyesuaian, mencerminkan kepanikan warga menghadapi lonjakan harga. REUTERS/Diego Reyes
Kebijakan ini menjadi ujian awal bagi Presiden José Antonio Kast, yang baru dilantik pada 11 Maret lalu. Pemerintahannya mengaktifkan klausul dalam mekanisme stabilisasi bahan bakar guna menyesuaikan harga domestik dengan lonjakan harga global, yang dipicu konflik di Timur Tengah. REUTERS/Diego Reyes
Dilansir Reuters, pejabat pemerintah menyatakan tekanan terhadap keuangan publik membuat negara tidak lagi mampu menahan lonjakan biaya energi. Akibatnya, harga bensin oktan 93 melonjak sekitar 30%, sementara solar naik hingga 60%. Antrean panjang bahkan sudah terlihat sejak Senin (23/3), dengan sejumlah stasiun kehabisan stok. Victor Salas dari Fakultas Administrasi dan Ekonomi Universitas Santiago menilai kebijakan ini pada akhirnya membebankan biaya minyak langsung ke perekonomian domestik. Ia juga memperingatkan potensi dampak sosial dan politik yang signifikan. REUTERS/Diego Reyes
Sehari sebelumnya, bank sentral Cile juga telah merevisi proyeksi inflasi, memperkirakan kenaikan signifikan pada kuartal kedua hingga mendekati 4% secara tahunan. Kast, yang dikenal sebagai pemimpin paling kanan sejak kembalinya Cile ke demokrasi, menyalahkan pendahulunya Gabriel Boric atas kondisi fiskal yang tertekan. Ia menegaskan akan memimpin “pemerintahan darurat” yang berfokus pada pemulihan ekonomi. REUTERS/Diego Reyes

5 hours ago
3

















































