Pesawat Raksasa Airbus 380 Emirates Tak Dapat Izin Masuk RI, Ada Apa?

3 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Kemenhub juga bersikap tegas terhadap maskapai asing yang ingin memperluas operasinya di Indonesia. Lukman mengungkapkan pihaknya belum memberikan izin kepada Emirates untuk mengoperasikan Airbus A380 di Jakarta karena belum terpenuhinya syarat penggunaan kru dan MRO lokal.

"Kami hanya minta tiga hal yaitu MRO di Indonesia, kru Indonesia, dan penambahan kota, bukan cuma Bali dan Jakarta," tegas Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa dalam launching Indonesia Aviation Association (IAA) di Hotel Mulia, Rabu (28/1/2026).

Ia membandingkan dengan maskapai lain seperti Qatar Airways dan Etihad yang dinilai lebih terbuka dalam melibatkan tenaga kerja Indonesia.

"Karena Qatar itu 90 pilot Indonesia. Etihad 40 pilotnya aja, belum kru. Nah kita cuma enam di Emirates. Dan krunya cuma mau dikasih satu, nah kita minta paling tidak tiga karena Airbus 380 itu," kata Lukman.

Karenanya pemerintah masih menahan izin operasi pesawat yang menjadi salah satu ikon Emirates. Pesawat Airbus A380 dikenal sebagai pesawat penumpang terbesar di dunia, dijuluki 'Superjumbo', dengan dua lantai penuh.

"Makanya sekarang saya nahan, minta tiga Airbus 380 di Bali belum kita izinkan. Termasuk penggantian pesawat Airbus 380 di Jakarta juga belum kita izinkan," kata Lukman.

Namun dalam praktiknya, negosiasi dengan Emirates belum membuahkan hasil yang diharapkan. Lukman mengakui pihaknya telah menyampaikan permintaan tersebut secara langsung, tetapi belum ada perubahan sikap dari maskapai asal Dubai tersebut.

"Kita pengin maju tapi ada hal yang ingin kita sampaikan bahwa kita juga punya yang qualified ya. Orang-orang yang qualified sebagai kru di Indonesia yang bisa dimanfaatkan oleh kita semua walaupun (rute) Jakarta-Dubai saja gitu loh," kata Lukman.

Meski demikian, pemerintah tetap membuka ruang kompromi bagi maskapai lain yang dinilai sejalan dengan kepentingan nasional.

"Tapi mereka nolak, ketemu lagi di Bali kemarin. Tetap saya kekeh, kalau Bapak enggak mau ngasih ya udah. Sampai kapan pun kita tidak akan kasih, dibilang gitu. Ini yang terjadi. Tapi kita kasih solusi. Kalau Etihad dengan 380, kalau Qatar dengan 380, monggo enggak apa-apa gitu. Tapi kalau Emirates entar dulu, karena krunya," ujar Lukman.

(dce)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |