Jakarta, CNBC Indonesia - Perang di Iran, serta penutupan Selat Hormuz, telah mengganggu rantai pasokan nafta, cairan yang umumnya dihasilkan dari penyulingan minyak mentah dan gas alam. Kelangkaan ini menyebabkan konsumen Korea Selatan menimbun kantong sampah, dan bahkan beberapa pedagang menawarkan kantong sampah sebagai hadiah untuk pembelian beberapa produk mereka.
Namun, efek perang tersebut diduga telah memicu insiden pencurian kantong plastik sampah di Ibu Kota Seoul.
Mengutip laporan Korea Herald, baru-baru ini, seorang wanita terekam sedang mencuri bukan barang berharga, melainkan kantong sampah dari tempat pembuangan sampah di Seoul. Insiden ini menunjukkan kepanikan sebagian warga Korea Selatan atas prediksi kelangkaan bahan-bahan terkait minyak bumi.
Stasiun televisi lokal JTBC menayangkan rekaman pengawasan pada Sabtu yang memperlihatkan seorang wanita tak dikenal memasuki area pembuangan sampah di kompleks perumahan bertingkat di Seoul pada Kamis waktu Seoul. Dalam video tersebut, ia mengambil kantong plastik yang penuh dengan sampah, membukanya, membuang isinya ke lantai, dan pergi.
Orang yang mengirim video tersebut mengatakan bahwa mereka memutuskan untuk tidak melaporkan kejadian itu kepada pihak berwenang, tetapi berjanji akan mengambil tindakan hukum jika kejadian serupa terjadi lagi.
Sebagai informasi, Undang-Undang Pengendalian Sampah Korea menyatakan bahwa bahan yang tidak dapat didaur ulang harus dibuang ke dalam kantong sampah khusus yang dijual di setiap distrik tempat tinggal dan petugas pengelola sampah tidak akan mengambil sampah dalam kantong plastik biasa.
Di Korea sendiri telah terjadi panic buying kantong plastik. Pemerintah Seoul mencatat penjualan harian kantong sampah melonjak hampir lima kali lipat menjadi sekitar 2,7 juta unit. Kondisi tersebut bahkan membuat sejumlah peritel besar menerapkan pembatasan pembelian bagi konsumen.
(hsy/hsy)
Addsource on Google

7 hours ago
5

















































