Jakarta, CNBC Indonesia - Aktivitas radiasi Matahari diproyeksikan memuncak ke level paling tinggi dalam 20 tahun terakhir. Manusia bakal bisa merasakan langsung dampak badai surya lewat gangguan sistem GPS hingga munculnya aurora di tempat yang tak biasa.
Pusat Ramalan Cuaca Antariksa (SWPC) milik NOAA menempatkan badai radiasi Matahari yang terjadi kemarin (19/1/2026) di level 4 dari 5 level skala keparahan.
"Badai radiasi surya level S4 sedang berlangsung, ini adalah badai radiasi Matahari terbesar dalam 20 tahun terakhir. Terakhir kali level S4 terjadi adalah pada Oktober 2003," kata SWPC lewati media sosial X.
SWPC memperingatkan bahwa badai tersebut bisa berdampak terhadap peluncuran roket, penerbangan komersial, dan operasi satelit.
Badai matahari yang terjadi pada Oktober 2003 sempat menyebabkan pemadaman listrik di Swedia dan merusak trafo di Afrika Selatan.
Space menyatakan Matahari melepas suar surya level X atau X-class pada Minggu (18/1/2026) yang melontarkan plasma (coronal mass ejection/CME) menuju Bumi.
Gelombang CME menghantam atmosfer Bumi pada Senin (19/1/2026) pukul 14.38 waktu New York. Dampaknya, aurora terlihat di 24 negara bagian di Amerika Serikat.
CME adalah fenomena yang sangat sulit diramal karena terjadi sangat cepat dan dampaknya yang bergantung terhadap intensitas interaksi dengan medan magnet Bumi. Jika medan magnet CME arahnya ke selatan, interaksi dengan medan magnet yang menghadap utara lebih mudah terjadi. Dampaknya energi akan "tumpah" ke atmosfer Bumi kemudian memicu badai geomagnetik di langit.
Jika medan magnet CME arahnya ke utara, medan magnet Bumi akan memantulkan energi justru dilontarkan sehingga dampaknya tidak terlalu terasa oleh manusia.
SWPC menyatakan bahwa mereka telah mengirim pemberitahuan ke NASA, badan penerbangan federal AS (FAA), dan perusahaan-perusahaan transmisi listrik.
Gejolak radiasi juga berdampak ke astronaut di orbit. Biasanya, astronaut harus pindah ke wilayah Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) yang lebih terlindungi dari badai geomagnetik. Pemindahan ini terakhir kali terjadi pada Mei 2024.
Gangguan pada GPS juga mengganggu aktivitas di Bumi. Bahkan pengguna merek traktor terbesar AS, John Deere, melaporkan bahwa perangkat milik mereka tak bisa digunakan karena permasalahan GPS.
(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]

5 hours ago
3
















































