MSCI Berpeluang Turunkan Bobot RI, Bos Bursa Bilang Gini

8 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia — Bursa Efek Indonesia (BEI) tak menampik adanya potensi penurunan bobot indeks Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) dari emerging Market ke Frontier Market.

Pjs Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan secara realistis potensi tersebut memang ada dalam jangka pendek. Menurutnya, sejumlah faktor dapat mendorong penyedia indeks global menurunkan bobot Indonesia meskipun perbaikan transparansi dan tata kelola terus dilakukan.

"Misalnya satu atau dua hal yang membuat indeks global itu, global provider itu, untuk jangka pendek ini menurunkan bobot. Ya, potensi itu ada. Tetapi, kita juga sangat menyadari bahwa apa yang kita lakukan selama ini untuk menjawab concern dari global index provider adalah untuk kebaikan jangka panjang industri pasar modal kita," jelas Jeffrey kepada wartawan di Gedung BEI, Senin, (6/4/2026).

Dengan peningkatan transparansi, pendalaman pasar, serta tata kelola yang lebih baik, BEI meyakini bobot Indonesia justru akan meningkat ke depan. Jeffrey juga mengakui bahwa fase transisi ini dapat menimbulkan tekanan di pasar dalam jangka pendek

Di sisi lain, investor domestik disebut dapat memanfaatkan kondisi ini sebagai peluang investasi. Ia menekankan bahwa investasi di pasar modal pada dasarnya bersifat jangka panjang, sehingga penurunan jangka pendek dapat menjadi momentum untuk masuk ke pasar.

"Tentu investor domestik bisa menggunakan momen ini sebagai peluang. Ya, hakikat berinvestasi di pasar modal adalah investasi jangka panjang. Ya, kalau kita meyakini untuk jangka panjang potensinya akan sangat baik, tentu penurunan jangka pendek adalah peluang," pesannya.

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi mengatakan OJK dan BEI sedang menyiapkan mitigasi risiko apabila IHSG turun oleh MSCI

Hasan meminta kepada para investor, jika terjadi penurunan bobot indeks tidak perlu direspon secara reaktif. Ia mengaku, reformasi pasar modal yang sedang dilakukan saat ini akan berdampak dalam jangka pendek.

"Ini mungkin ada penyesuaian portofolio yang dilakukan investor domestik atau global, ini bisa picu tekanan jual sementara waktu ada juga potensi outflow pada rebalancing, lalu ada volatilitas dan pelebaran bid ask spread pada saham-saham tertentu," kata Hasan dalam konferensi pers secara virtual, Senin (6/4/2026).

Namun, kata Hasan, dinamika tersebut sebagai respons yang transisional dan sementara. Hal itu menjadi bagian dari progress yang tidak bisa dihindari. Fokus utama para regulator pasar modal adalah membangun fondasi integritas pasar yang transparan, kredibel dan pertumbuhan yang konsisten.

(mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |