Minyak Tumbang, Deal AS-Iran Makin Dekat: RI Bisa Bernapas Lega?

7 hours ago 1
  • Pasar keuangan Indonesia babak belur pada pekan lalu, IHSG dan rupiah ambruk
  • Wall Street mencetak rekor pada perdagangan terakhir pekan lalu
  • Perkembangan perang, data ekonomi, dan Libur Idul Adha akan menjadi penggerak pasar pekan ini

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan Indonesia babak belur pada pekan lalu. Bursa saham dan rupiah sama-sama mencetak rekor buruk.

Bursa saham, rupiah dan pasar obligasi diperkirakan masih akan menghadapi tekanan pada pekan pendek ini. Selengkapnya mengenai proyeksi pasar hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.

Pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (22/5/2026), IHSG memang berakhir menguat 1,10% ke 6162,05. Namun, penguatan ini tidak menutup ambruknya bursa saham Indonesia.

Dalam sepekan, IHSG ambruk 8,35% pada pekan lalu.

IHSG juga ambruk delapan bari beruntun pada 5-21 Mei 2026 dengan total pelemahan 15,04%. Jatuhnya IHSG selama delapan hari belum pernah terjadi sejak Agustus 2005 atau hampir 21 tahun terakhir.

Bahkan, selama pandemi Covid-19, IHSG hanya pernah jatuh beruntun paling lama selama tujuh hari yakni pada awal pandemi Maret 202020 dan awal Januari 2021.

Pekan lalu, rata-rata nilai transaksi harian melonjak 16% menjadi Rp21,8 triliun. Sementara volume transaksi naik 2,5% menjadi 36,67 miliar saham, meski frekuensi transaksi turun 6,5% menjadi 2,4 juta kali transaksi.

Kondisi ini mengindikasikan aksi jual besar-besaran masih mendominasi pasar modal domestik.


Sepanjang tahun ini, IHSG sudah ambruk 28,74%. Pelemahan sebesar ini membuat IHSG menjadi indeks terburuk di seluruh dunia.

Jika dihitung sepanjang tahun ini, market cap IHSG sudah menguap Rp 5214 triliun.

Jika menghitung dari titik tertinggi sepanjang masa yakni pada 19 Januari 2026 (9133,87), IHSG sudah ambruk 32,5% sementara market cap sudah menguap Rp 6.005 triliun.

Sepanjang tahun ini, asing juga sudah mencatat net sell sebesar Rp 37,5 triliun.

Dari pasar mata uang, pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (22/5/2026) rupiah ditutup di posisi Rp 17.690/US$1 atau melemah 0,28% per dolar Amerika Serikat (AS).
Sepanjang pekan lalu, rupiah jatuh 1,32%. Artinya, rupiah sudah ambruk delapan pekan beruntun.

Nilai tukar Garuda bahkan sempat menembus level psikologis Rp17.700 di tengah derasnya arus keluar modal asing dan membengkaknya defisit transaksi berjalan Indonesia.

Dari pasar obligasi, imbal hasil Surat Berharga Neara (SBN) justru melandai ke 6,74%. Imbal hasil yang melandai menandai SBN tengah diborong sehingga harga naik, imbal hasil turun.

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |