Jakarta, CNBC Indonesia - Situasi global dan panasnya tensi geopolitik di Timur Tengah membuat ketidakpastian di berbagai negara. Dinamika arus perdagangan dan investasi telah menimbulkan fluktuasi mata uang di berbagai negara, termasuk Indonesia, pada beberapa waktu terakhir. Volatilitas nilai tukar menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi stabilitas ekonomi berbagai negara, tak terkecuali Indonesia.
Dalam situasi tersebut, upaya menjaga stabilitas nilai tukar menjadi elemen penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional serta mempertahankan kepercayaan pasar. Sebagai otoritas moneter, Bank Indonesia (BI) memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan sistem keuangan domestik melalui kebijakan serta instrumen yang responsif dan adaptif terhadap perkembangan global.
Salah satu langkah krusial yang dilakukan BI adalah menahan suku bunga acuan di level 4,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan Maret 2026. Hal ini diperkuat melalui optimalisasi operasi moneter dalam rangka menjaga nilai tukar Rupiah di tengah gejolak global saat ini, sekaligus menjaga imbal hasil yang menarik untuk investasi portofolio di dalam negeri bagi para investor global. Aliran modal asing yang masuk akan memperkuat cadangan devisa yang bisa digunakan untuk intervensi di pasar keuangan.
Untuk membahas lebih jauh, CNBC menghadirkan Central Banking Forum 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Dengan tema "Ketahanan Ekonomi Indonesia dalam Menghadapi Volatilitas Nilai Tukar Global", acara ini akan dibuka oleh keynote speech Destry Damayanti - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.
Tak kalah menarik, acara ini juga akan menghadirkan panel diskusi yang dihadiri oleh sejumlah aktor penting di sektor keuangan. Di antaranya adalah Erwin Gunawan Hutapea - Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas (DPMA) Bank Indonesia, Noor Faisal Achmad - Direktur Strategi Stabilisasi Ekonomi DJSEF Kementerian Keuangan (TBC), David Sumual - Chief Economist PT Bank Central Asia Tbk (BCA), serta Mohammad Faisal - Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia.
Acara akan berlangsung pada Senin, 13 April 2026 di Jakarta. Untuk live delay akan disiarkan di CNBC Indonesia TV, cnbcindonesia.com, Social Media CNBC Indonesia pada Selasa, 14 April 2026 pukul 12.00 - 14.00 WIB.
(rah/rah)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
2















































