Jakarta, CNBC Indonesia - ATR buka suara terkait kecelakaan yang menimpa ATR 42-500 di Makassar. Pembuat pesawat asal Perancis itu memastikan perhatian utama sekarang kepada seluruh pihak yang terdampak.
"ATR telah menerima informasi sebuah kecelakaan terjadi di Indonesia yang melubatkan ATR 42-500. Perhatian utama kami tertuju pada semua pihak yang terdampak kecelakaan itu," kata pihak ATR dalam keterangannya, dikutip dari laman resmi perusahaan, Senin (19/1/2026).
ATR juga mengatakan perusahaan mendukung investigasi kecelakaan. Para spesialis dari ATR juga telah dikerahkan untuk memberikan bantuan.
"Para spesialis ATR terlibat untuk mendukung investigasi yang dipimpin otoritas Indonesia dan operator," ucap ATR.
ATR 42-500 terbang dari Yogyakarta menuju Makassar, yang mengangkut 11 orang yakni 8 kru dan tiga penumpang. Pesawat tersebut hilang kontak sekitar 13:17 WITA pada Sabtu (17/1/2026).
Tim SAR gabungan juga telah berhasil menemukan serpihan pesawat di kawasan Gunung Bulusaurung Sulawesi Selatan. Bagian badan dan ekor pesawat telah ditemukan di salah satu curuk dekat puncak gunung.
Pencarian kini difokuskan pada korban. Tim rescue juga telah diturunkan untuk mempercepat pencarian di wilayah yang sulit dijangkau.
"Yang kami utamakan adalah pencarian korban. Mudah-mudahan masih ada yang bisa dievakuasi dalam kondisi selamat," ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar Muhammad Arif Anwar.
Operasi sendiri dibagi dalam satuan tugas darat dan udara. Sebanyak 1.200 orang dikerahkan di lokasi untuk melakukan pencarian.
"Kami Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan membagi area pencarian ke dalam beberapa SRU dan titik penyapuan darat guna memastikan tidak ada korban yang terlewat," katanya.
ATR adalah perusahaan produsen pesawat patungan antara perusahaan Prancis, Airbus, dan perusahaan Italia, Leonardo. Produk utamanya adalah ATR 42 dan ATR 72.
Berbeda dengan Boeing dan Airbus, fokus ATR adalah memproduksi pesawat dengan mesin turboprop yaitu mesin jet yang didesain untuk menggerakkan baling-baling. Pesawat dengan mesin turboprop bergerak dari dorongan baling-baling ini, berbeda dengan pesawat mesin jet yang didorong oleh hembusan pembakaran mesin jet.
Mesin turboprop lebih efisien dalam kecepatan penerbangan rendah serta membutuhkan landasan yang lebih pendek untuk tinggal landasan dan mendarat. Karakter ini membuat pesawat bermesin turboprop digunakan untuk penerbangan jarak dekat, terutama antara bandara yang lebih kecil.
(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]

3 hours ago
2

















































