Gelson Kurniawan, CNBC Indonesia
18 January 2026 20:20
Jakarta, CNBC Indonesia — Eropa kembali mengukuhkan posisinya sebagai wilayah dengan standar keseimbangan kehidupan kerja dan pribadi (work-life balance) terbaik di dunia. Benua ini menawarkan jumlah hari libur yang jauh melampaui standar rata-rata di banyak negara lain.
Berdasarkan data terbaru tahun 2025 yang dirilis oleh World Population Review, rata-rata jatah cuti berbayar di Eropa mencapai angka 33 hari per tahun.
Angka tersebut merupakan akumulasi dari jatah cuti tahunan dan hari libur nasional yang diwajibkan oleh pemerintah setempat.
Meskipun demikian, distribusi jatah libur ini tidak merata di seluruh kawasan. Terdapat disparitas yang cukup signifikan antara negara dengan kebijakan paling longgar dan negara dengan kebijakan yang lebih ketat.
Dominasi Andorra dan Negara Eropa Timur
Andorra menempati peringkat pertama sebagai negara dengan kebijakan paling generus bagi pekerjanya. Negara yang terletak di perbatasan Prancis dan Spanyol ini memberikan total 45 hari cuti berbayar.
Jumlah tersebut terdiri dari alokasi cuti liburan yang panjang serta banyaknya hari libur nasional.
Posisi selanjutnya ditempati oleh Rusia yang memberikan total 42,5 hari, disusul oleh Prancis dan Luksemburg yang masing-masing memberikan 42 hari. Secara umum, data menunjukkan bahwa beberapa negara Eropa Timur dan Tengah cenderung memberikan jatah cuti yang lebih banyak dibandingkan rata-rata regional.
Foto: REUTERS/Yves Herman
European Union flags flutter outside the EU Commission headquarters in Brussels, Belgium, March 12, 2018. REUTERS/Yves Herman
Posisi Negara Ekonomi Utama
Fakta menarik terlihat pada negara-negara dengan ekonomi terbesar di Eropa Barat. Jerman, yang merupakan kekuatan ekonomi terbesar di Eropa, memberikan total 30 hari cuti bagi pekerjanya. Angka ini menempatkan Jerman pada posisi papan tengah.
Sementara itu, Inggris Raya berada sedikit di bawah angka psikologis 30 hari, tepatnya 29 hari. Swiss, yang dikenal sebagai pusat keuangan global, mencatatkan angka 27 hari cuti berbayar.
Angka ini tergolong rendah apabila dibandingkan dengan standar rata-rata negara Eropa lainnya.
San Marino Terendah
Pada spektrum terendah, San Marino tercatat sebagai negara dengan kebijakan cuti paling minim di Eropa. Negara ini hanya mewajibkan total 10 hari cuti berbayar.
Angka ini jauh tertinggal dibandingkan negara tetangganya, Italia, yang memberikan 32 hari. Wilayah lain seperti Jersey, Moldova, dan Montenegro juga berada di peringkat bawah dengan jatah cuti di kisaran 19 hingga 21 hari.
Berikut adalah rincian lengkap peringkat jatah cuti berbayar di seluruh negara Eropa berdasarkan data tahun 2025:
Data tersebut mengindikasikan bahwa kebijakan ketenagakerjaan di Eropa sangat bervariasi. Lokasi geografis dan regulasi nasional memegang peranan kunci dalam menentukan hak cuti yang diterima oleh tenaga kerja di masing-masing negara.
-
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(gls/gls)

3 hours ago
4
















































