Jamur Mematikan Muncul Gara-gara Hujan Lebat, Korbannya Sudah Banyak

2 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar mengerikan datang dari Amerika Serikat (AS). Otoritas kesehatan California baru saja merilis peringatan darurat terkait apa yang disebut sebagai wabah jamur beracun terbesar dalam sejarah negara bagian tersebut. Fenomena ini telah memicu kepanikan setelah menelan korban jiwa dan membuat puluhan lainnya jatuh sakit parah.

Berdasarkan laporan Departemen Kesehatan Publik California (CDPH), setidaknya 3 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 30 orang lainnya mengalami keracunan serius setelah mengonsumsi jamur liar yang tumbuh subur akibat curah hujan tinggi belakangan ini.

Hujan deras yang mengguyur wilayah California menciptakan kondisi ideal bagi tumbuhnya jamur paling mematikan di dunia, yakni Amanita phalloides atau yang dikenal dengan sebutan Death Cap (Topi Kematian) dan Western Destroying Angel (Malaikat Penghancur Barat).

"Curah hujan dini dan musim gugur yang ringan memicu ledakan populasi jamur death cap beracun di Northern California," ungkap Dr. Michael Stacey, pejabat kesehatan sementara Sonoma County, dikutip dari ABC News, Sabtu (17/1/2026).

Tragisnya, salah satu korban tewas adalah warga Sonoma County yang meninggal pada 4 Januari lalu setelah tidak sengaja mengonsumsi jamur maut tersebut.

Data California Poison Control System menunjukkan lonjakan kasus yang mengerikan. Sejak pertengahan November hingga awal Januari, tercatat ada 35 kasus keracunan. Sebagai perbandingan, dalam tahun normal, biasanya hanya ada kurang dari lima kasus yang dilaporkan di seluruh negara bagian.

Dari puluhan korban tersebut, tiga orang, termasuk seorang anak kecil, mengalami kerusakan organ yang sangat parah hingga membutuhkan transplantasi hati untuk bertahan hidup.

Rais Vohra, Direktur Medis California Poison Control System, memperingatkan bahwa efek racun jamur ini sangat licin karena tidak langsung muncul. Gejala seperti diare, mual, muntah, dan sakit perut biasanya baru terasa 6 hingga 24 jam setelah dikonsumsi.

"Ini kemungkinan besar adalah wabah terbesar dalam sejarah California," tegas Vohra.

Masalah utama yang memicu jatuhnya banyak korban adalah kemiripan visual. Dr. Stacey memperingatkan bahwa varietas beracun ini sangat mirip dengan jamur yang dapat dimakan, sehingga bahkan pencari jamur berpengalaman pun bisa terkecoh.

Salah satu korban selamat, Laura Marcelino, menceritakan pengalaman mengerikannya. Ia dan suaminya jatuh sakit setelah memasak jamur hasil petikan saat mendaki gunung. Sementara Laura pulih, suaminya harus menjalani operasi transplantasi hati akibat kerusakan organ yang fatal.

Saat ini, pihak berwenang meminta masyarakat untuk berhenti memetik jamur liar dan ekstra waspada saat membeli jamur dari pedagang kaki lima atau pasar tani yang tidak terverifikasi.

(tps/tps)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |