Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden RI Prabowo Subianto memastikan program makan bergizi gratis (MBG) tetap berjalan di tengah kebijakan efisiensi anggaran akibat dampak konflik Timur Tengah.
Adapun, Prabowo mengungkapkan bahwa program ini meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia, khususnya dalam menekan angka stunting. Selain itu, MBG memiliki dampak ekonomi yang luas, melalui penciptaan lapangan kerja dari rantai pasok makanan hingga sisi produksi.
Dia pun menyakinkan masyarakat bahwa pemerintah memiliki uang yang cukup untuk membiayai MBG. Terkait dengan penghematan, dia menilai ada banyak cara untuk menghemat, selain memotong MBG.
"Jadi, jangan ke arah oke ada krisis nanti kita hentikan MBG. Iya kan? Masih banyak cara lain yang kita bisa hemat. Masih banyak. Saya haqul yakin saya berada di jalan yang benar. Uang kita ada. Uang kita ada. Saya pertaruhkan kepemimpinan saya 2029 kita lihat," kata Prabowo dalam sesi diskusi bersama jurnalis dan pengamat yang dilakukan beberapa waktu lalu, dikutip Rabu (25/3/2026).
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa tidak akan memangkas menggeser atau memangkas program unggulan pemerintah seperti Makan Berigizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, hingga Sekolah Rakyat.
"Nggak dong (dipotong), kita lebih memilih untuk kurangi belanja-belanja yang tidak efektif lah atau kurang berdampak itu yang direalokasi agar program yang produktif, berdampak dan membantu meringankan beban masyarakat itu yang diutamakan," tuturnya.
Pemerintah pada Selasa kemarin (24/3/2026) telah melakukan rapat koordinasi lintas Kementerian dan Lembaga (K/L) yang dipimpin oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Rapat ini membahas mengenai rencana penyesuaian kembali pasokan energi di tengah krisis Timur Tengah dan beberapa kebijakan ekonomi.
"Dalam pertemuan tersebut, berbagai pandangan strategis disampaikan sebagai bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan," tulis akun Instagram Sekretariat Kabinet, dikutip Rabu (25/3/2026).
Sayangnya, Sekretariat Kabinet tidak merinci hasil rapat tersebut. Rapat dilakukan secara onlien dan dihadiri oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yulianto serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
(haa/haa)
Addsource on Google

7 hours ago
6

















































