Industri Hilirnya Berantai-Ada Pati, Bukti Singkong Tanaman Super RI?

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Selama ini ubi kayu lebih dikenal sebagai bahan pangan sederhana yang identik dengan singkong rebus atau keripik. Namun di balik kesederhanaannya, pati ubi kayu ternyata menyimpan peran penting dalam rantai industri nasional, dari makanan hingga sektor non pangan. Pemerintah pun mulai menyoroti potensi besar komoditas ini sebagai sumber nilai tambah baru bagi industri dalam negeri.

"Ada 17 industri pati ubi kayu yang berlokasi di Provinsi Lampung dan 51 calon buyer, yang terdiri dari 2 asosiasi industri dan 49 industri pengguna ubi kayu di sektor pangan, antara lain pemanis, bumbu, makanan ringan dan mi instan, serta nonpangan seperti kertas, bahan kimia, dan ethanol," kata Plt. Dirjen Industri Agro Putu Juli Ardika di Kementerian Perindustrian (Kemenperin) di Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Gambaran ini menunjukkan, pati ubi kayu bukan hanya komoditas lokal, tetapi telah terhubung dengan berbagai mata rantai industri strategis. Produk ini mengalir ke banyak sektor yang selama ini mungkin tidak terpikirkan oleh publik. Artinya, ubi kayu kini tak lagi sekadar hasil pertanian, melainkan bagian dari industri bernilai tinggi.

"Pati ubi kayu merupakan komoditas strategis dan memiliki nilai tambah yang tinggi serta dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai produk pangan. Antara lain pemanis, bumbu, makanan ringan dan mie, serta non pangan seperti kertas, bahan kimia dan ethanol. Pati ubi kayu dalam negeri saat ini mengusai pasar dalam negeri mencapai 79%," katanya.

Dominasi pasar tersebut memperlihatkan, produk lokal tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga menjadi tulang punggung suplai nasional. Di tengah isu ketergantungan impor bahan baku, capaian ini menjadi sinyal industrialisasi berbasis pertanian punya peluang besar. Tinggal bagaimana penguatan hulu-hilirnya bisa terus dijaga.

"Industri makanan dan minuman Indonesia memiliki potensi pertumbuhan yang besar karena didukung oleh sumber daya alam dan permintaan domestik yang terus meningkat," ujarnya.

Potensi ini sekaligus menempatkan pati ubi kayu sebagai bagian pertumbuhan industri pangan nasional. Dengan jumlah penduduk besar dan daya beli yang terus berkembang, kebutuhan bahan baku seperti pati akan terus meningkat. Di titik inilah, singkong lokal bisa naik kelas dari komoditas tradisional menjadi bahan strategis industri modern.

"Pada Triwulan III Tahun 2025, PDB industri makanan dan minuman mampu bertumbuh sebesar 6,49% lebih tinggi dari pertumbuhan PDB industri pengolahan non-migas sebesar 5,58% dan PDB nasional sebesar 5,04%. Pada periode yang sama, industri makanan dan minuman juga menjadi kontributor terbesar terhadap PDB industri pengolahan non-migas, sehingga menjadikannya sebagai subsektor dengan kontribusi PDB terbesar," kata Putu.

Dengan kontribusi sebesar itu, sulit menafikan peran bahan baku seperti pati ubi kayu dalam menopang performa industri nasional. Di balik sepiring mi instan, bumbu dapur, hingga selembar kertas, ada singkong yang diolah menjadi produk bernilai tinggi. Sesuatu yang mungkin jarang disadari, tapi diam-diam menjadi salah satu penyangga ekonomi Indonesia.

PLT Dirjen Industri Agro Putu Juli Ardika  di Kemenperin, Kamis (22/1/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)Foto: PLT Dirjen Industri Agro Putu Juli Ardika di Kemenperin, Kamis (22/1/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)
PLT Dirjen Industri Agro Putu Juli Ardika di Kemenperin, Kamis (22/1/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)

(dce)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |