HP Buatan China Mulai Ditinggalkan, Tiba-Tiba Muncul Raja Baru

6 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Peta jalan industri manufaktur teknologi dunia sedang mengalami pergeseran masif. Raksasa smartphone global dilaporkan mulai bergerak meninggalkan China sebagai pusat manufaktur utama mereka.

Langkah eksodus ini dipicu oleh tensi geopolitik yang kian mendidih antara Amerika Serikat (AS) dan China. Kebijakan tarif tinggi yang dijatuhkan Washington terhadap produk impor dari Negeri Tirai Bambu di bawah kepemimpinan Xi Jinping, menjadi momok menakutkan bagi rantai pasok global.

Melihat celah tersebut, India bergerak gesit. Negara Asia Selatan ini langsung tancap gas menarik minat para vendor smartphone global untuk memindahkan fasilitas produksi mereka. Strategi ini sejalan dengan agenda ambisius Perdana Menteri India, Narendra Modi, yang agresif menggenjot manufaktur domestik.

Tak tanggung-tanggung, New Delhi menargetkan nilai ekspansi manufaktur perangkat elektronik di negaranya mampu menembus US$500 miliar (sekitar Rp 7.900 triliun) pada tahun 2030 mendatang, sebagaimana dikutip dari Reuters.

Data pemerintah setempat mencatat, India sukses memproduksi smartphone dengan nilai investasi fantastis mendekati US$60 miliar pada tahun fiskal 2024-2025. Angka tersebut meroket tajam hingga 28 kali lipat jika dibandingkan dengan dekade sebelumnya.

Bahkan, performa ekspor smartphone India pada periode yang sama melonjak mendekati US$21,7 miliar, atau terbang 127 kali lipat dari posisi sepuluh tahun lalu. Berkat lonjakan ini, smartphone resmi dinobatkan sebagai komoditas ekspor terbesar India sepanjang tahun 2025.

Melihat capaian impresif ini, rasanya tidak berlebihan jika India kini dijuluki sebagai 'raja' baru industri HP dunia yang siap menggeser dominasi China.

Efek Apple & Trump

Apple menjadi salah satu raksasa teknologi global yang paling agresif memindahkan basis produksi iPhone dari China ke India.

Laporan dari Bloomberg mengonfirmasi bahwa ada sekitar 55 juta unit iPhone yang berhasil dirakit di India sepanjang tahun 2025. Jumlah tersebut mencerminkan kenaikan masif sebesar 53% dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 'hanya' 36 juta unit.

Volume produksi iPhone di India saat ini bahkan sudah berkontribusi terhadap kurang lebih seperempat (25%) dari total pasokan iPhone global secara keseluruhan, yang rata-rata berkisar di angka 220 juta hingga 230 juta unit per tahun.

Selain karena faktor kebijakan tarif tinggi Donald Trump terhadap komoditas asal China yang memaksa korporasi memutar otak, keberhasilan India juga disokong oleh guyuran insentif.

Penguasa pasar ponsel seperti Apple dan Samsung sangat mengandalkan skema insentif nasional besutan India senilai US$21 miliar demi menantang dominasi pabrik-pabrik China. Skema tersebut terbukti sukses merangsang Apple untuk memproduksi model iPhone kasta tertinggi (flagship) dan terbaru di India, dari yang semula hanya memproduksi model-model murah.

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |