Harga Material Bangunan Dilaporkan Naik, Begini Kondisinya di Penjual

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Pelaku sektor perumahan dan konstruksi melaporkan harga material bahan bangunan mengalami kenaikan. Kondisi ini bahkan mendorong perusahaan pengembang mengajukan evaluasi atas harga rumah subsidi. 

Lalu, bagaimana kondisi sebenarnya harga material bahan bangunan?

Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia di sejumlah toko bangunan di Jakarta, tepatnya di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, beberapa pedagang mengungkapkan kenaikan harga bahan bangunan.

Adapun bahan bangunan yang mengalami kenaikan yakni batu-batuan, besi, dan perkabelan. Sedangkan bahan bangunan lainnya cenderung stabil.

Salah satunya diungkap oleh Cahya (samaran), di mana harga batu-batuan dan pasir cenderung naik karena imbas dari terganggunya aktivitas tambang di wilayah Bogor, yang berdampak pada pasokan di pasaran.

"Harga bahan bangunan memang beberapa sedang naik, seperti batu-batuan dan pasir. Pasir ada kenaikan Rp 20.000 lah," kata Cahya saat ditemui CNBC Indonesia, Selasa (13/1/2026).

Namun, untuk bahan bangunan lainnya seperti semen, kayu, baja, dan cat masih cukup stabil.

"Material lainnya masih stabil, kecuali tadi pasir, batu-batuan, dan besi ya," lanjut Cahya.

Di tokonya, untuk batu-batuan seperti batu bata dibanderol dari Rp 600 per buah hingga Rp 800 per buah. Sedangkan harga batako sekitar Rp 3.000 per buah.

Untuk semen, mulai dari Rp 50.000 per sak hingga Rp 80.000 per sak, tergantung merek dan ukurannya.

Sedangkan harga besi, dibanderol mulai dari Rp 30.000 hingga Rp 75.000 per batang.

Suasana toko bangunan di Jakarta, tepatnya di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (13/1/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi)Foto: Suasana toko bangunan di Jakarta, tepatnya di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (13/1/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi)
Suasana toko bangunan di Jakarta, tepatnya di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (13/1/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi)

Kondisi berbeda diungkap oleh Samin (samaran), di mana harga material bangunan relatif lebih stabil, karena permintaan cenderung lesu.

"Belum ada kenaikan, harga bahan bangunan masih stabil, karena memang lagi sepi," kata Samin.

Ia menambahkan, permintaan biasanya cenderung ramai setelah Lebaran. Selain itu, faktor musim hujan juga turut mempengaruhi.

"Biasanya habis Lebaran ramai lagi, tapi ya balik lagi, musim hujan masih terjadi apa tidak nanti, karena di sini yang lagi banyak ya perintilan atau barang untuk menambal atap bocor atau tembok bocor, biasanya musim hujan kan kerap terjadi," terang Samin.

Sementara itu Lim (samaran), kenaikan harga terjadi di barang perkabelan. Sedangkan material lainnya cukup stabil.

"Yang lagi naik harganya di sini ya perkabelan, entah mungkin persiapan lebaran ya mungkin," kata Lim.

Suasana toko bangunan di Jakarta, tepatnya di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (13/1/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi)Foto: Suasana toko bangunan di Jakarta, tepatnya di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (13/1/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi)
Suasana toko bangunan di Jakarta, tepatnya di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (13/1/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi)

(dce)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |