Pekerja membuat tahu berbahan kedelai impor di Kawasan Duren Tiga, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Perajin tahu dan tempe memutar otak agar tetap produksi di tengah harga kedelai impor yang melambung tinggi. Saat ini, harga kedelai impor mencapai Rp 11.000 per kilogram di Duren Tiga Jakarta Selatan. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Perajin memilih untuk memperkecil ukuran tahu dan tempe, dibandingkan harus menaikkan harga jual kepada konsumen. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Pantauan CNBC Indonesia di lokasi pabrik tahu beberapa pekerja yang sibuk memproduksi tahu. Mulai dari penggilingan kedelai, memasak sari menjadi tahu sampai dengan produk jadi. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Harga kedelai impor berangsur-angsur naik. Menurutnya kenaikan harga kedelai impor akibat dampak perang luar negeri. Dari sebelumnya Rp10.000 kg, naik ke Rp10.500/kg, lalu naik lagi.(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
"Kalau naik harga bertahap, sedari selepas Lebaran tapi ya sejak perang Amerika itu. Kalau terus terusan ya bisa langka kedelai ini. Sekarang harganya sekitar Rp 11.000 per kilonya," kata Deni produsen kacang kedelai kepada CNBC Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Pedagang mengaku keuntungan produksi tahu sedikit berkurang akibat kenaikan harga kedelai tersebut. Ia memilih menyesuaikan ukuran tahu dibandingkan menaikkan harga jual. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Tandi salah satu perajin mengaku memilih untuk memperkecil ukuran tempe. Menurutnya hal itu lebih efektif dibandingkan dengan menaikkan harga jual tempe. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
"Kalau produksi ya tetap, tapi kami menyiasati dengan mengurangi kedelai. Bisanya volume isi kedelainya kita kurangi, jadi enggak naik harga jualnya," jelasnya. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

2 hours ago
2















































