Harga CPO Tiba-Tiba Ambles Setelah Cetak Rekor Tertinggi 2 Bulan

5 hours ago 3

Amalia Zahira,  CNBC Indonesia

23 January 2026 11:50

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di bursa Malaysia turun setelah terbang tinggi.

Berdasarkan data Refinitiv, harga CPO pada hari ini, Jumat (23/1/2026) tercatat di level MYR 4.167 ringgit per ton, turun 0,6% dari posisi sebelumnya. Koreksi ini terjadi setelah harga CPO mencatatkan penutupan tertinggi dalam dua bulan terakhir pada perdagangan sebelumnya.

Pasar saat ini mencermati prospek penurunan produksi serta ekspektasi peningkatan permintaan biodiesel global, khususnya dari Amerika Serikat.

Harga CPO Sempat Sentuh Level Tertinggi Dua Bulan

Sebelumnya, kontrak acuan CPO untuk pengiriman April di Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup menguat  MYR 44 ringgit atau 1,06% ke level  MYR 4.198  per ton, menjadi penutupan tertinggi sejak 19 November 2025 atau dua bulan. Dalam tiga hari sebelumnya, harga CPO sudah tembus 3,14%.

Penguatan tersebut didorong oleh kekhawatiran adanya kelangkaan komoditas akibat penurunan produksi di tengah permintaan yang tetap solid.

Selain itu, produksi minyak sawit pada Januari diperkirakan mengalami penurunan dua digit, yang turut memperketat pasokan di pasar. Minyak kedelai dan minyak sawit berpotensi mengalami peningkatan harga yang signifikan dengan adanya kondisi ini.

Di pasar minyak nabati lain, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade tercatat turun 0,28%. Pergerakan ini mencerminkan dinamika persaingan antar minyak nabati di pasar global.

Aturan Biofuel AS dan Ekspor Jadi Penopang Pasar

Direktur broker yang berbasis di Selangor (Pelindung Bestari), Paramalingam Supramaniam, menyebut pasar mendapat sentimen positif dari rencana Amerika Serikat yang akan segera merilis aturan final terkait biofuel. Kebijakan tersebut diperkirakan akan meningkatkan permintaan bahan baku biodiesel berbasis biomassa, termasuk minyak nabati seperti CPO.

Pada Juni lalu, Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) mengusulkan volume pencampuran biofuel sebesar 24,02 miliar galon pada 2026 dan 24,46 miliar galon pada 2027, naik dari 22,33 miliar galon pada 2025. Kenaikan target ini menjadi katalis penting bagi prospek permintaan biodiesel global.

Sentimen positif juga datang dari sisi ekspor. Supramaniam menilai permintaan ekspor masih cukup kuat, sehingga pasar CPO diperkirakan tetap berada dalam tren positif sepanjang kuartal pertama 2026.

Harga Minyak Mentah Melemah dan Penguatan Ringgit Jadi Tekanan

Sementara itu, harga minyak mentah global melemah setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melunakkan sikapnya terhadap isu Greenland dan Iran. Melemahnya harga minyak mentah berpotensi mengurangi daya tarik CPO sebagai bahan baku biodiesel, meski dalam jangka menengah tren energi terbarukan masih menjadi penopang utama.

Dari sisi mata uang, ringgit Malaysia menguat sekitar 0,15% terhadap dolar AS, yang membuat harga CPO menjadi sedikit lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang asing.

CNBC INDONESIA RESEARCH
[email protected]

(mae/mae)

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |