Harga Batu Bara Dunia Melonjak, Gara-Gara Indonesia?

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara melonjak setelah ambruk dua hari beruntun.

Merujuk Refintiv, harga batu bara ditutup di posisi US$ 117,5 per ton atau melonjak 2,03% pada perdagangan Rabu (4/2/2026).

Penguatan ini menjadi kabar baik setelah harga batu bara ambruk 2,04% dalam dua hari beruntun sebelumnya.

Harga batu bara melonjak mencapai level tertinggi dalam satu tahun, seiring kuatnya permintaan untuk pembangkit listrik, terutama dari China sebagai konsumen terbesar dunia yang terus menopang pasar.

China diperkirakan akan mengoperasikan lebih dari 100 pembangkit listrik tenaga batu bara (PLTU) baru tahun ini, di luar lebih dari 400 unit yang saat ini masih dalam tahap konstruksi, guna memasok kebutuhan listrik domestik maupun ekspor.

Sebagai konsumen, produsen, dan importir batu bara terbesar di dunia, China masih sangat bergantung pada batu bara untuk menggerakkan perekonomiannya, seiring dengan ekspansi energi terbarukan yang berlangsung pesat. Hal ini terjadi meskipun Beijing telah berkomitmen untuk mulai mengurangi penggunaan batu bara sebelum 2030.

Kenaikan permintaan listrik global yang didorong oleh pusat data kecerdasan buatan (AI) dan pengisian kendaraan listrik (EV) juga turut meningkatkan konsumsi batu bara.

Sementara itu, produksi batu bara Indonesia diperkirakan turun menjadi sekitar 600 juta ton tahun ini, dari hampir 800 juta ton tahun lalu, seiring melemahnya impor dari China dan India.

Sxcoal melaporkan harga batu bara termal mine-mouth (harga di mulut tambang) di China cenderung bergerak mendatar (sideways) dalam beberapa hari terakhir, seiring melemahnya permintaan menjelang periode libur.

Aktivitas pembelian dari pembangkit listrik dan trader mulai melambat karena sebagian besar konsumen sudah mengamankan stok mereka lebih awal untuk kebutuhan selama libur.

Di saat yang sama, utilitas listrik juga cenderung berhati-hati menambah pasokan karena permintaan listrik musiman belum menunjukkan lonjakan signifikan.

Di sisi pasokan, produksi tambang relatif stabil. Tidak ada gangguan besar di wilayah penghasil utama, sehingga ketersediaan batu bara tetap longgar. Kondisi ini membatasi potensi kenaikan harga, meskipun harga juga tidak jatuh tajam karena biaya produksi dan transportasi masih menjadi penopang.

Indonesia Jadi Pendongkrak Harga?

Sejumlah perusahaan tambang batu bara di Indonesia menangguhkan ekspor batu bara spot setelah pemerintah memberlakukan pemangkasan tajam kuota produksi melalui RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya).

Pemotongan kuota RKAB membuat volume produksi yang diizinkan jauh lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya. Akibatnya, banyak produsen memilih memprioritaskan pemenuhan kontrak jangka panjang baik untuk pasar ekspor maupun domestic dan menghentikan penjualan spot yang lebih fleksibel tetapi berisiko melanggar batas produksi.

Kebijakan ini terutama berdampak pada tambang skala menengah dan kecil, yang lebih bergantung pada penjualan spot, pasokan batu bara Indonesia di pasar internasional.

Hal ini khususnya untuk kualitas menengah hingga rendah serta likuiditas pasar spot Asia yang biasanya mengandalkan suplai cepat dari Indonesia.

Pelaku pasar menyebutkan bahwa pembeli luar negeri mulai kesulitan mendapatkan pasokan spot dari Indonesia dan berpotensi mengalihkan pembelian ke negara lain dan menerima harga yang lebih tinggi untuk kontrak jangka pendek.

Pasar menilai, hingga ada penyesuaian RKAB atau kejelasan kebijakan lanjutan, ekspor spot batu bara Indonesia akan tetap terbatas, dengan implikasi langsung terhadap dinamika harga dan pasokan batu bara global.

Goldman Sachs menilai bahwa pemangkasan produksi batu bara Indonesia kemungkinan tidak sebesar yang diumumkan pemerintah, karena sejumlah faktor operasional dan kebijakan membuat realisasi penurunan output cenderung lebih terbatas.

Menurut Goldman, meskipun pemerintah Indonesia memperketat kuota produksi melalui RKAB, dalam praktiknya produsen besar masih memiliki fleksibilitas produksi dari sisa kuota sebelumnya. Tingkat produksi aktual juga sering kali tidak sepenuhnya mencerminkan target pemangkasan administrative.

Insentif untuk tetap memproduksi tinggi masih ada, terutama ketika harga batu bara berada di level menarik.

Goldman juga mencatat bahwa kebutuhan pasar domestik (DMO) dan permintaan ekspor yang stabil menjadi faktor penahan penurunan produksi yang tajam. Akibatnya, pasokan batu bara Indonesia ke pasar global diperkirakan tetap relatif kuat, meski secara kebijakan terlihat ada pengetatan.

Menurut Goldman, dampak pemangkasan produksi Indonesia terhadap harga batu bara global kemungkinan lebih kecil dari ekspektasi awal.

Risiko lonjakan harga akibat kekurangan pasokan dinilai terbatas dalam jangka pendek karena fokus pasar akan bergeser pada permintaan China dan India, bukan hanya kebijakan pasokan Indonesia.

Goldman menyimpulkan bahwa selama tidak ada penegakan kebijakan yang jauh lebih ketat atau gangguan produksi besar, output batu bara Indonesia kemungkinan hanya turun tipis, bukan mengalami penurunan signifikan seperti yang dikhawatirkan pasar.

Sementara itu dari Australia dilaporkan saham Yancoal Australia mengalami lonjakan signifikan, naik lebih dari 7% pada perdagangan sore hari.

Kenaikan ini terjadi setelah dirilisnya data terbaru yang menunjukkan bahwa China mempercepat pembangunan pembangkit listrik tenaga batu bara (PLTU), meskipun pada saat yang sama juga berinvestasi besar-besaran pada sumber energi terbarukan.

Laporan dari Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA) dan Global Energy Monitor menyebutkan bahwa meskipun emisi karbon dioksida sektor kelistrikan China menurun untuk pertama kalinya pada 2023 berkat masifnya pengembangan energi bersih, terdapat lonjakan proposal pembangunan PLTU baru dan pengaktifan kembali PLTU lama. Total proyek baru dan yang diaktifkan kembali mencapai rekor 161 gigawatt pada 2023.

Selain itu, China juga mengoperasikan (commissioning) kapasitas PLTU baru sebesar 78 gigawatt, angka yang melampaui penambahan bersih kapasitas batu bara India sepanjang 2015-2024, meskipun India mengoperasikan armada PLTU batu bara terbesar kedua di dunia.

CNBC INDONESIA RESEARCH
[email protected]

(mae/mae)

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |