Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Investasi dan Hilirisasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia menjadi partisipan dalam forum Internasional World Economic Forum 2026 di Davos Swiss.
Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Nurul Ichwan menjelaskan nantinya menteri BKPM, Rosan Roeslani akan menghadiri Dialogue One on One bersama para menteri dari negara lain, pengusaha global, hingga menjadi pembicara pada forum utama.
Kementerian Investasi juga akan mengadakan Indonesian Night, yang akan dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto, juga mengundang tamu dan pejabat penting dari negara lain.
"Yang akan hadir dari Microsoft, dari ByteDance, dari Coca-Cola, Dell, Meta, Visa, UBS, Dow, kemudian S&P, Mitsubishi, Volkswagen, perusahaan-perusahaan besar itu semua akan hadir. Dan tadi disampaikan sekitar 30-an negara yang juga diundang, tapi kita nggak tahu yang sudah konfirmasi itu siapa saja. Sebenarnya termasuk Presiden, kita pun mendapat undangan," ujar Nurul dikutip Selasa (20/1/2026).
Sebagai informasi World Economic Forum 2026 mengusung tema A Spirit of Dialogue. Forum in membuka kesempatan Indonesia untuk berdialog dengan pemimpin dunia, pelaku usaha global hingga investor strategis, dan memberi kesempatan Indonesia untuk menjadi mitra strategis yang bisa menawarkan stabilitas ekonomi, kepastian kebijakan, serta peluang investasi jangka panjang yang kompetitif.
"Artinya WEF melihat penting untuk bisa menghadirkan pimpinan negara Indonesia ini untuk bisa menyampaikan apa yang menjadi visi dari Indonesia sebagai bagian dari ekonomi global ke depannya. Dan tentunya juga kita sama-sama tahu juga, termasuk Presiden Trump juga diundang, karena memakai tema spirit of dialogue ini, mereka akan mendengarkan apa sih sebenarnya menjadi visi dari pimpinan-pimpinan negara atau pimpinan ekonomi tersebut ke depan," ujarnya.
Nurul menjelaskan kehadiran pemerintah Indonesia di WEF tidak semata ditujukan untuk promosi investasi secara langsung. Menurutnya, partisipasi Indonesia lebih difokuskan pada tahap awal strategi promosi, yakni membangun citra atau image building.
"Kita tidak punya tujuan langsung untuk berpromosi investasi, tapi kehadiran kita di sana adalah menunjukkan inilah wajah Indonesia yang nanti akan dipaparkan oleh Presiden kita, yang nanti akan dipaparkan oleh para Menteri-Menteri, kebetulan Menteri Investasi juga juga diundang oleh WEF untuk berbicara dalam beberapa sesi di dalam forum WEF tersebut. Sehingga dari sana kita bisa membuat suatu strategi menciptakan image positif tentang Indonesia, dipaparkan oleh Presiden, dipaparkan oleh menteri, dan juga dipaparkan oleh para pelaku usaha yang juga diundang nanti beberapa bicara di sana," ujarnya.
(mij/mij)
[Gambas:Video CNBC]

18 hours ago
4
















































