Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman memastikan, para pedagang daging sapi di pasar tradisional akan kembali berjualan lagi besok, Jumat (23/1/2026), setelah sempat terjadi aksi mogok di hari ini.
Amran mengatakan, kesepakatan sudah dicapai dalam pertemuan yang dilakukan pihaknya. Ia menegaskan seluruh pihak telah sepakat akan menjalankan aturan yang berlaku.
"Tadi sudah sepakat harus berjalan sesuai regulasi yang ada, sudah sepakat tadi," kata Amran dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Saat ditanya apakah para pedagang sudah setuju kembali berjualan, Amran memastikan kesepakatan sudah tercapai sejak pertemuan pada Rabu (21/1/2026) malam kemarin.
"Tadi malam sudah ketemu, sudah sepakat jual, (mereka akan) jualan lagi," ujarnya.
Sejalan dengan itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kementerian Perdagangan, Iqbal Shoffan Shofwan menyampaikan, pedagang pada prinsipnya bersedia kembali berjualan jika tuntutan mereka dipenuhi.
Foto: Pedagang daging sapi tampak mulai melakukan aksi mogok berjualan mulai Kamis (22/1/2026) hingga tiga hari kedepan, di mana aksi ini merupakan bentuk kekecewaan pedagang akibat stok yang tersedia terbatas. (CNBC Indonesia/Chandra)
Pedagang daging sapi tampak mulai melakukan aksi mogok berjualan mulai Kamis (22/1/2026) hingga tiga hari kedepan, di mana aksi ini merupakan bentuk kekecewaan pedagang akibat stok yang tersedia terbatas. (CNBC Indonesia/Chandra)
"Mereka akan jualan kalau misalnya apa yang mereka tuntut itu sudah dipenuhi. Kan pedagang itu concern-nya adalah tidak ingin menjual daging-daging itu di atas harga acuan Rp140 ribu per kg kan," kata Iqbal ditemui usai konferensi pers.
Menurut Iqbal, pedagang menginginkan harga jual daging sapi tetap sesuai dengan harga acuan penjualan. Karena itu, mereka berkonsultasi dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian untuk mencari jalan keluar.
"Dan pedagang itu menginginkan menjual harga daging itu sesuai dengan harga acuan. Nah makanya mereka berkonsultasi dengan Ditjen PKH. Saya pikir sih (Ditjen) PKH sudah meredirect untuk memberikan solusi-solusi tertentu ya," ujarnya.
Iqbal menyebut dirinya juga telah melakukan konsultasi semalam dan melihat proses penyelesaian sudah mulai menemukan titik terang.
"Saya semalam sudah konsultasi juga. Kayaknya sudah akan terang nih jalannya," sebut dia.
Saat ditanya apakah pedagang dipastikan sudah kembali berjualan mulai besok, Jumat (23/1/2026), Iqbal menyampaikan harapannya demikian.
"Harapan kita begitu ya," ucapnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) DKI Jakarta Wahyu Purnama mengatakan, aksi mogok dilakukan setelah berbagai upaya dialog tak membuahkan hasil konkret di lapangan. Kata dia, kondisi pasar saat ini sudah tidak sehat bagi pedagang kecil hingga menengah.
Aksi pedagang tersebut, ujar Wahyu, merupakan hasil pertimbangan aspirasi anggota bandar sapi dan pedagang sapi hilir pasar tradisional se-Jabodetabek. Juga, imbuhnya masyarakat menengah ke bawah yang terdampak akibat tingginya harga daging sapi.
"Melalui surat ini kami memberitahukan bahwa seluruh anggota APDI bandar sapi potong dan pedagang daging akan melakukan aksi berhenti berjualan atau mogok dagang," kata Wahyu dalam surat terbuka yang diterima CNBC Indonesia, Rabu (21/1/2026).
(wur)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
1
















































