Emas Mengamuk di Awal Pekan, Ini Ramalan Harga Terbarunya

3 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dan perak langsung ngacir hari ini setelah kompak tumbang pekan lalu. Hal ini disebabkan aksi taking profit hingga meredanya risiko geopolitik global.

Pada perdagangan hari ini Senin (19/1/2026) hingga pukul 06.25 WIB, harga emas dunia di pasar spot menguat 1,67% di posisi US$4.670,99 per troy ons. Harga emas kembali ke level US$ 4.600 setelah tumbang pekan lalu.

Sementara pada perdagangan sebelumnya Jumat (16/1/2026), harga emas dunia anjlok 0,43% di level US$4.594,72 per troy ons. Pada perdagangan intraday, harga emas sempat turun hingga 1% sebelum akhirnya ditutup lebih tinggi. Pelemahan ini menjadi penurunan harga emas selama dua hari beruntun.

Harga emas turun sempat turun 1% pada perdagangan hari Jumat karena investor mengambil keuntungan setelah mencapai rekor tertinggi baru-baru ini, sementara tanda-tanda meredanya ketegangan geopolitik semakin mengurangi daya tarik logam mulia sebagai aset safe-haven.

Namun, logam mulia masih mencatatkan kenaikan mingguan kedua berturut-turut, sekitar 1,9%, setelah mencapai puncak rekor intraday US$4.642,72 pada hari Rabu.

"Secara umum terjadi penurunan di kompleks komoditas setelah berminggu-minggu mengalami kenaikan agresif, dengan beberapa aksi ambil untung. De-eskalasi ketegangan di Timur Tengah juga telah menghilangkan sebagian premi geopolitik pada emas dan logam lainnya, terutama perak," ujar analis Marex, Edward Meir.

Ketegangan geopolitik tampaknya melemah seiring dengan meredanya protes di Iran, sementara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengambil pendekatan tunggu dan lihat, dan Presiden Rusia Vladimir Putin bergerak untuk menengahi di Iran dan meredakan situasi.

Di bidang perdagangan, AS dan Taiwan mencapai kesepakatan pada hari Kamis yang menurunkan tarif pada banyak ekspor semikonduktor Taiwan dan mengarahkan investasi baru ke teknologi AS, dan berisiko membuat marah China.

Sementara itu, The Federal Reserve diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah hingga paruh pertama tahun ini, dengan pemotongan pertama sebesar 25 basis poin yang diproyeksikan pada bulan Juni.

Emas sebagai aset safe-haven cenderung berkinerja baik selama masa ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, serta ketika suku bunga rendah.

"Saya masih berpikir kita memiliki peluang untuk mencapai US$5.000 per troy ons suatu saat tahun ini, diselingi dengan koreksi besar di antaranya," ujar Meir.

Prediksi Harga Emas 2026 oleh Wall Street

Wall Street, sebagai kelompok yang ceria dan optimis, optimis terhadap harga emas karena semua alasan yang disebutkan di atas yakni defisit besar, ketegangan global, dan penurunan nilai dolar AS.

Perlu dicatat bahwa perkiraan ini berada dalam kisaran yang sempit.

Ada beberapa yang memperkirakan harga emas akan naik lebih tinggi lagi. Jeurg Kiener dari Swiss Asia Capital, sebuah perusahaan yang berbasis di Singapura, memperkirakan harga emas akan mencapai US$8.000 per troy ons pada tahun 2028.

Yardeni Research dari Glen Head, New York, memperkirakan harga emas akan mencapai US$6.000 per troy ons tahun ini.

Namun Ed Yardeni, yang memimpin perusahaan tersebut, memperkirakan harga emas akan naik jauh lebih tinggi. Dalam catatan tanggal 23 Desember 2025, Yardeni menyebutkan kemungkinan harga emas mencapai US$10.000 pada tahun 2030. Penyebabnya adalah defisit pemerintah yang besar di seluruh dunia, tekanan internasional yang berkelanjutan, dan kebijakan inflasi The Federal Reserve.

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |