Dunia Kekurangan Perak, Pasokan Tak Mampu Kejar Permintaan

2 hours ago 2

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia

17 January 2026 20:00

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga perak kembali melesat pada awal 2026 dan mencetak level tertinggi baru seiring pasar yang makin ketat, sejalan dengan defisit perak global yang kian nyata.

Berdasarkan data Refinitiv, harga perak (XAG) di pasar spot pada penutupan perdagangan Jumat 16 Januari 2026 turun 2,62% ke level US$89,90 per troy ons. Meski melemah di akhir pekan, sejak awal tahun (year to date/ytd) harga perak masih menguat 26,16%.

Bahkan, perak sempat mencetak penutupan tertinggi pada Rabu (14/1/2026), dengan ditutup di level US$92,74 per troy ons. Pergerakan ini menunjukkan minat pasar terhadap perak masih sangat kuat, meski dalam jangka pendek tetap rentan koreksi.

Defisit Perak : Pasokan Seret, Permintaan Menguat

Mengacu pada Visual Capitalist dengan sumber data dari Silver Institute, ketatnya pasar perak bukan terjadi mendadak.

Dalam satu dekade terakhir, pasokan dan permintaan perak global bergerak makin tidak seimbang. Pertumbuhan pasokan cenderung datar, sementara permintaan meningkat, sehingga memunculkan defisit yang sifatnya semakin struktural.

Dalam data tersebut, total pasokan perak mencakup produksi tambang, daur ulang, pasokan dari aktivitas lindung nilai, serta penjualan bersih dari sektor resmi. Sementara total permintaan mencakup kebutuhan industri, fotografi, perhiasan, silverware, investasi fisik, serta permintaan dari aktivitas lindung nilai.

Setelah beberapa tahun hanya mencatat surplus tipis, pasar perak berbalik defisit pada 2021. Pada tahun itu, permintaan naik menjadi 1.112 juta ons, sementara pasokan tertahan di 1.023 juta ons.

Ketimpangan memburuk pada 2022. Permintaan melonjak ke rekor 1.306 juta ons dan menciptakan defisit terbesar dalam catatan, yakni 272 juta ons. Kondisi ini menjadi titik balik karena setelahnya, defisit terlihat makin menonjol.

Energi hijau mendorong permintaan Perak

Lonjakan permintaan perak banyak ditopang oleh perannya dalam teknologi energi hijau. Panel surya, kendaraan listrik, dan infrastruktur jaringan listrik membutuhkan perak karena kemampuan menghantarkan listrik yang sangat baik.

Pada 2022, kebutuhan dari sektor energi hiju meningkat tajam dan terjadi bersamaan dengan pemulihan permintaan pascapandemi, termasuk dari perhiasan serta pembelian perak fisik seperti batangan dan koin. Meski setelah 2023 permintaan sedikit mereda, levelnya masih jauh di atas periode sebelum 2020.

Pergerakan harga perak juga mengikuti tekanan pasok dan permintaan tersebut. Pada 2015 hingga 2019, harga rata rata berada di kisaran 15 sampai 17 dolar AS per ons. Lalu pada 2021, harga melonjak menjadi di atas 25 dolar AS per ons.

Meski sempat bergejolak, harga terus menanjak seiring defisit berlanjut dan tercatat mencapai 28,30 dolar AS per ons pada 2024. Pada 2025, perak melesat cepat hingga melampaui 80 dolar AS per ons ketika pembatasan ekspor, risiko geopolitik, dan permintaan investasi bertemu dengan pertumbuhan pasokan yang terbatas.

Kesimpulannya, reli perak didorong oleh cerita yang cukup jelas. Permintaan terus menguat terutama dari kebutuhan industri dan transisi energi, sementara pasokan tidak tumbuh secepat itu. Selama ketimpangan ini masih terjadi, pasar perak berpotensi tetap ketat dan pergerakan harga bisa lebih agresif.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(evw/evw)

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |