Jakarta, CNBC Indonesia - Dua raksasa NATO di Eropa, Inggris dan Jerman dikabarkan tengah menyusun rencana darurat untuk mencegah ambisi Presiden AS Donald Trump yang ingin menguasai Greenland, wilayah otonom milik Denmark. Langkah ini diambil setelah Trump menegaskan bahwa AS akan mengakuisisi pulau terbesar di dunia tersebut, bahkan jika harus menggunakan kekuatan militer.
Melansir laporan Bloomberg dan The Telegraph, Berlin dan London berupaya memperkuat kehadiran NATO di wilayah Arktik guna mematahkan argumen keamanan yang digunakan Trump. Jerman mengusulkan misi bersama NATO bertajuk 'Arctic Sentry'.
Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, dijadwalkan akan membahas isu krusial ini dengan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, pekan ini.
"Saya ingin mendiskusikan dalam perjalanan saya bagaimana kita bisa memikul tanggung jawab ini dengan sebaik-baiknya di NATO," ujar Wadephul kepada awak media, Minggu (11/1/2026).
Selain Jerman, pejabat Inggris dilaporkan telah bertemu dengan perwakilan Prancis dalam beberapa hari terakhir untuk menyusun rencana misi NATO di Greenland yang dibahas dalam pertemuan Kamis lalu.
London menyarankan berbagai opsi mulai dari peningkatan latihan militer dan pertukaran intelijen, hingga belanja pertahanan yang ditargetkan serta kemungkinan pengerahan pasukan skala penuh ke Greenland, meski perencanaan ini disebut masih dalam tahap awal.
Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, bersama sejumlah pejabat Eropa lainnya dengan tegas memperingatkan bahwa serangan militer terhadap sesama anggota NATO akan membuat aliansi pertahanan tersebut menjadi usang dan tidak lagi relevan.
Ketegangan terbaru ini dipicu oleh pernyataan Trump pada Sabtu lalu yang menegaskan bahwa AS akan mengambil alih Greenland "suka atau tidak suka." Ia memperingatkan akan menggunakan "cara keras" jika diperlukan.
Trump berargumen bahwa kendali AS atas Greenland sangat penting secara strategis untuk membendung pengaruh Rusia dan China di Kutub Utara. Meski muncul laporan mengenai tawaran insentif finansial bagi penduduk pulau tersebut, Gedung Putih tetap tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer.
Laporan terbaru bahkan menyebutkan bahwa Trump telah memerintahkan komandan senior militer AS untuk menyusun rencana potensi invasi ke wilayah tersebut.
(tps/tps)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
1

















































