Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia berencana menambah fasilitas penyimpanan (storage) Bahan Bakar Minyak (BBM) baru. Hal ini dilakukan untuk memperkuat ketahanan energi dalam negeri.
Bahlil mengungkapkan, saat ini ketahanan energi Indonesia masih tergolong terbatas. Mengingat, cadangan BBM nasional hanya mampu bertahan sekitar 21 hari, jauh di bawah standar internasional.
"Izinkan saya untuk menyampaikan, bahwa kalau ketahanan energi, itu sekarang ketahanan energi kita itu cuma 21 hari, storage kita. Idealnya dalam konsensus internasional, tiga bulan," kata Bahlil dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI, Kamis (22/1/2026).
Menurut Bahlil, pemerintah perlu segera membangun fasilitas penyimpanan BBM alias storage yang memadai, baik untuk minyak mentah maupun produk BBM. Meski demikian, ia menegaskan bahwa ketahanan energi tidak otomatis berarti swasembada energi.
"Storage ini tidak hanya persoalan crude, tapi juga persoalan produk BBM yang tadi sampaikan itu. Apakah kemudian begitu sudah ada ketahanan energi, terus swasembada energi? Tidak. Itu dua hal yang berbeda," kata Bahlil.
Ia lantas menjelaskan bahwa kemandirian energi berarti seluruh produk BBM yang dikonsumsi dalam negeri diproduksi oleh industri nasional, termasuk melalui kilang dalam negeri.
"Jadi baik dari solar, BBM dengan semua spek maupun avtur, termasuk LPG, kalau kita bicara itu," ujarnya.
Karena itu, pemerintah mendorong PT Pertamina selaku perusahaan migas pelat merah untuk segera membangun kilang baru maupun melakukan ekspansi kilang yang sudah ada. Sehingga kapasitas produksi bisa memenuhi kebutuhan nasional.
(wia)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
2















































