Jakarta, CNBC Indonesia - Deposito masih menjadi salah satu instrumen investasi favorite sebagian orang, karena menawarkan kombinasi keamanan, kepastian, dan imbal hasil yang stabil.
Deposito dianggap sebagai salah satu instrumen investasi paling aman karena dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan tidak terpengaruh fluktuasi pasar seperti saham atau kripto.
Hal menarik lainnya, suku bunga deposito biasanya lebih tinggi daripada tabungan biasa. Imbal hasilnya sudah diketahui sejak awal, sehingga cocok untuk orang yang menghindari risiko.
Deposito bisa memilih jangka waktu mulai dari 1 bulan hingga 12 bulan atau lebih. Cocok untuk kebutuhan keuangan jangka pendek hingga menengah.
Di tengah kondisi ekonomi saat ini, keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% turut menjaga stabilitas imbal hasil instrumen simpanan di perbankan.
Berdasarkan pemantauan hingga akhir Maret 2026, bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) seperti Bank Mandiri (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan Bank Negara Indonesia (BBNI) masih mempertahankan suku bunga deposito yang relatif stabil dan belum melakukan penyesuaian besar terhadap tarifnya.
Kebijakan ini dinilai sebagai langkah Bank Indonesia untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas nilai tukar rupiah dan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.
Dengan BI-Rate yang tetap, perbankan masih memiliki ruang likuiditas yang cukup untuk menawarkan bunga deposito yang kompetitif bagi nasabah, sekaligus menjaga biaya dana (cost of fund) agar tetap terkendali.
Di antara bank BUMN, BRI tercatat masih menawarkan bunga paling menarik untuk tenor pendek, yakni hingga 3,00% untuk jangka waktu 1 dan 3 bulan.
Sementara itu, BNI dan Mandiri menawarkan bunga di kisaran 2,25% hingga 2,75%, tergantung pada tenor yang dipilih nasabah.
Walaupun suku bunga acuan belum berubah, para analis memperkirakan bahwa perbankan akan terus mencermati perkembangan inflasi dan kondisi likuiditas pasar pada kuartal kedua 2026.
Bagi nasabah, kondisi ini memberikan kepastian imbal hasil di tengah fluktuasi pasar keuangan, terutama bagi investor yang mengutamakan keamanan dana melalui jaminan LPS yang saat ini berada di level 4,25%.
Ke depan, stabilitas kebijakan moneter ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan sektor perbankan dalam menghadapi ketidakpastian global, sekaligus tetap menyediakan opsi investasi yang aman dan stabil bagi masyarakat melalui instrumen deposito.
Adapun catatan CNBC Indonesia Research, mencatat lebih rinci tingkat suku bunga deposito bank besar BUMN yang tetap stabil dari update periode Januari 2026 sebagai berikut :
Bank Mandiri
Pertama, dari bank pelat merah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang terpantau masih belum mengalami perubahan suku bunga deposito sejak 15 Juli 2025 lalu.
Bank Mandiri menawarkan suku bunga deposito berdenominasi rupiah dikisaran 2,25% - 2,50% per tahun. Suku bunga tertinggi ditetapkan untuk tenor 6,12, dan 24 bulan, sementara suku bunga terendah berlaku pada semua tier simpanan tenor 1 dan 3 bulan.
Pembukaan deposito bisa mulai dari Rp1 juta melalui aplikasi Livin' by Mandiri, sementara untuk pembukaan di kantor cabang setoran minimal deposito sebesar Rp10 juta. Adapun berikut rincian suku bunga deposito Bank Mandiri :
Bank Rakyat Indonesia (BRI)
Kedua, ada bank pita emas yang baru bertransformasi menjadi bank universal yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang menawarkan suku bunga deposito dari rentang 2,50% - 3,00% per tahun.
Suku bunga deposito rupiah tertinggi ditetapkan untuk tenor 1 bulan dan 3 bulan, lalu untuk suku bunga 2,75% untuk tenor 6 bulan, lalu suku bunga 2,50% untuk tenor 12 bulan dan 24 bulan.
Untuk setoran awal deposito bisa mulai Rp10 juta jika pembukaan melalui unit kerja BRI, tetapi kalau melalui internet banking bisa mulai dari modal lebih terjangkau sebesar Rp1 juta dan maksimal Rp100 juta. Berikut rincian lengkap-nya :
Bank Negara Indonesia (BNI)
Terakhir, bank pelat merah lagi ada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang terpantau masih menerapkan suku bunga deposito sama sejak terakhir diubah pada 5 November 2025 lalu.
Suku bunga yang ditawarkan dari rentang 2,25% - 2,75% per tahun. Dari suku bunga terendah 2,25% berlaku untuk tenor 1 bulan, lalu 2,50% berlaku untuk 3 bulan, dan yang tertinggi 2,75% berlaku untuk tenor 6 bulan.
Untuk tenor 12 bulan dan 24 bulan ditawarkan suku bunga sebesar 2,50% per tahun, berlaku untuk semua nominal simpanan. Untuk modal minimal deposito di Bank BNI terbilang cukup terjangkau bisa mulai dari Rp5 juta. Adapun berikut rincian suku bunga deposito Bank BNI :
(mae/mae)
Addsource on Google

5 hours ago
9

















































